LAPORAN BACA
BUKU
Respectable SINS
(Dosa-dosa yang dianggap Pantas)
“Oleh JRRY
BRIDGES”
OLEH :
DARMAN LAIA
NIM : 115430
BAB I
A.
ORANG-ORANG
KUDUS PADA UMUMNYA
Jemaat di korintus benar-benar kacau, baik secara
teologis maupun secara moral. Mereka sombong dan suka ngomel, mereka
memamaerkan kemerdekaan mereka di dalam kristus. Namun ketika menulis kepada
mereka, paulus menyebut mereka sebagai orang-orang kudus. (II Kor. 1:1) atau
orang-orang ynag di panggiluntuk menjadi orang-orang kudus (1 kor. 1:2). Maka
sekarang ini kita tidak menganggap orang-orang korintus yang kacau balau itu
sebagai orang-orang kudus.
Kita mungkkin menyebut mereka duniawi, bersifat
kedagingan, atau tidak dewasa, tetapi yang jelas bukan orang-orang kudus. Dalam
tradisi katolik Roma, gelar orang kudus di anugrahkan secara anumerta kepada
orang-orang kristen yang memiliki karakter dan prestasi yang istimewa.
Pengalimatan yang sebenarnya dar sebutan paulus dalam 1 Kor. Adalah kepada
orang-orang yang di kuduskan dalam kristus yesus yang di panggila untuk menjadi
orang-orang yang kudus (1:2).
Paulus menyatakan, Tuhan kita Yesus kristus sebagai
di telah menyerahkan dirinya bagi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan
dan unutk menguduskan bagi dirinya suatu umatnya kepunyaannya sendiri yang
rajin berbuat baik (Titus 2:14). Dan dalam 1 Kor. 6:19-20 Paulus berkata kepada
kita “kamu bukan milik kamu sendiri, sebab kamu telah di beli”. Seseorang yang
telah di beli oleh KRISTU dengan darahnya sendiri di kayu salib dan telah
dipisahkan bagi dirinya untuk menjadi
milik bagi kepunyaanya sendiri.
Setiap orang percaya
batu telah di khususkan oleh Allah, dipisahkan bagi Allah untuk di
ubahkan menjadi serupa dengan anaknya, Yesus Kristus. Setiap orang percaya
adalah Orang Kudus, orang yang telah di pisahkan dari cara hidupnya yang lama
yang berdosa dan dikhususkan oleh Allah sementara hidupnya di ubahkan.
Paulus melukiskannya sebagai ‘berbalik’ dari kegelapan
kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah “Kisah. 26:18” dan sebagian
dari keberdaan yang sudah di lepaskan dari kuasa kegelapan dan di pindahakan
kedalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih “Kol. 1:13”. Kita di jadikan orang kudus
hanya dengan tindakan supernatural yang langsung dari Roh Kudus yang
mengerjakan perubahan ini jauh di dalam jauh di dalam keberadaan batin kita
sehingga kita sesungguhnya menjadi ciptaan-ciptaan baru di dalam Kristus (2
Kor. 5:17).
Perubhan status ini di gambarkan dalam bentuk
nubuatan dalam Yehezakiel 36:26.
Pertempura Gelirya antara daging dan Roh yang digambarkan dalam Gal.
5:17 dijalanin setiap hari orang Kristen. Paulus memulai surat pertamanya di
jemaat Korintus dengan menyebut mereka sebagai “Orang-orang yang
dikuduskan/dikhususkan oleh Allah” di dalam yesus kristus yang dipanggil untuk
menjadi orang-orang kudus,”Orang-orang yang dikuduskan”. Dalam pernyataan ini
paulus dikatakan sebagai orang KUDUS.
Alkitab memiliki sebuah kata untuk perilaku yang
tidak pantas bagi seorang kudus. Kata itu adalah Dosa. Kata itu meliputi segala
sesuatu dari gosip, hingga perzinahan, dari ketidak sabaran hingga pembunuhan.
Tetapi yanng terpenting adalah dosa adalah dosa. Dosa adalah perilaku yang
tidak pantas bagi seorang yang kudus. Dosa adalah apa yang dilakukan
Orang-orang di luar komunitas-komunitas Kristen kita.
BAB II
A.
MENGHILANGKAN DOSA
Kata Dosa adalah kata yang membuata manusia jatuh
dalam Dosa. MS. Witten Kmenyimpulkan tulisannya mengenai cara para pendeta
menikapi dosa dengan observasi ini, dalam konteks ini, pembicaraan tentang dosa
tampaknya lebih dimengerti sebagai usaha mendapatkan batasan-batasan implisit
untuk memisahkan orang-orang dalam yang berada di luar jangkauan evaluasi
dengan orang-orang luar yang menjadi target-target dari evalusi, dari pada
sebagai usaha mengartikulasikan pengertian-pengertian Teologis mengenai
kerusakan natur manusia.
Kita melihat bahwa seluruh konsep tentang dosa telah
ampir raib dari budaya Amerika secara umum telah diperhaluskan bahkan didalam
banyak Gereza, m untuk mengakomodasi sensibilitas-sensibilitas modern. Bahkan
kata-kata Alkitabiah yang tegas untuk dosa telah di hapuskan dari kosa kata
kita. Orang lagi tidak melakukan perzinahan tetapi merekan melakukan
perselingkuhan. Para eksekutif di perusahaan bukan mencuri tetapi mereka
melakukan penipuan.
Mudah bagi kita untuk mengutuk dosa-dosa yang
gamblang dan pada saat yang sama hampir mengabaikan dosa-dosa yaitu gosip,
kesombongan, iri hati, kepahitan, dan nafsu, atau bahkan tidak ada
kualitas-kualitas yang baik itu yang disebut buah Roh oleh Paulus (Gal.
5:22-23). Yak. 2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi
mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Ayat itu
sulit kita pahami karena kita membayangkan tentang hukum-hukum individual dan
sanksi-sanksi indidualnya. Tetapin hukum Allah tidak mengenal batasan.
Alkitab tidak bebrbicara tentang hukum-hukum Allah,
seolah-olah jumlahnya banyak, tetapi
tantang hukum Allah sebagai satu keutuhan tunggal. (Efesus 4:29). Yesus berkata
bahwa barang siapa membunuh dan barang siapa marah terhadap saudaranya
sama-sama harus dihakimi (Mat. 5:21-22). Kebenarannya adalah semua dosa serius
karena semua dosa berarti melanggar perintah Allah. Rasul Yohanes menulis :
Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. (1 Yoh. 3:4). Dosa bukan saja
merupakan pelanggaran terhadap sebuah perintah tunggal, dosa berarti pengabaian
sepenuhnya terhadap hukum Allah, penolakan yang di sengaja terhadap kehendak
moralnya demi memenuhi keingina-keinginan pribadi seseorang. Tetapi Alkitab
sepertinya tidak membedaka keduanya. Sebaliknya, Alkitab hanya berkata dosa
yaitu : semua dosa tanpa kecuali adalah pelanggaran hukum.
Dalam budaya Yunani dosa aslinya berati melenceng
dari sasaran, maksudnya tidak mencapai pusat sasaran. Yakobus menulis “Setiap
orang dicobai ketika Ia diseret dan di pikat oleh keinginannya sendiri”(1:14).
Dosa-dosa yang kita maklumi di dalam kehidupan kita adalah serius dimata Allah.
Filipi 4:6, semuanya ini dipandang serius Oleh Allah. rasul Paulus menekankan,
“Terkutulah orang yang tidak taat kepada sesuatu yang tertulis dalam kitab
hukum taurat, dan melakukannya. (Galatia 3:10). Paulus melanjutkan untuk
menyakinkan kita bahwa Kristus telah menebus dosa-dosa kita (Galatia 3:13).
Intinya adalah seluruh dosa kita, dimanpun posisi kita
dalam spektrum kesadaran pribadi terhadap hal itu dalam hidup kita, bersifat
tercela dalam pandangan Allah dan pantas di hakimi Olehnya. Tetapi Allah belum
meninggalkan kita. Bagi mereka yang adalah orang-orang percaya yang sejati,
Allah masih menjadi Bapa surgawi kita, dan ia sedang bekerja di antara kita
unutk memanggil kita kepada pertobatan dan pembaruan.
BAB 3
KEGANASAN DOSA
Kanker! Kata kanker adalah kata yang di takuti, kata
yang sering membangkitkan perasaan putus asa dan kadang-kadang bahkan perasaan
tidak berpengharapan. Istilah lain untuk kanker adalah keganasan. Secara medis,
kata Ganas menggambarkan suatu tumor yang potensi pertumbuhannya tidak terbatas
yang menyebar secara lokalkedalam jaringan-jaringan yang berhubungan dengan
Invansi dan secara sistemik menjalar kedalam bagian-bagian tubuh lainnya. Jika
di biarkan, sebuah tumor ganas cenderung
untuk merembes dan menjalar keseluruh
tubuh dan pada akhirnya menyebabkan
kematian.
Dosa adalah tumor Ganas spiritual dan moral. Jika di
biarkan, dosa dapat menyebar keseluruh keberadaan batin kita dan mencemari
setiap bagian hidup kita. Bahkan lebih buruk lagi, dosa seringkali akan
menjalar dari kita ke dalam kehidupan orang-orang percaya lain di sekeliling
kita. Paulus berkata dalam suratnya : Jangan
ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi hanya perkataan baik untuk
membangun, bilamana perlu, supaya perkatan itu dapat membawa kasih karunia bagi
mereka yang mendengarnya. (Efesus 4:29).
Perkataan kita, entah tentang orang lain, cenderung
menghancurkan atau membangun. Perkataan kasih karunia kepada mereka. Seperti
itulah kekuatan dari kata-kata. Jika kita menggosipkan/bergosip orang lain maka
kita termasuk menghancurkan orang lain sekaligus mencermati pikiran dari
pendengaran kita.
Dosa adalah sebuah prinsip atau kekuatan moral di
dalam hati kita, keberadaan batin kita. Perbuatan atau kata-kata, dan
pikiran-pikiran kita yang berdosa semata-mata adalah ungkapan dari prinsip Dosa
yang menetap di dalam diri kita, bahakn di dalam diri kita yang telah di
perbaharui. Rasul Paulus menyebut Prinsip ini Daging, atau ‘Natural yang
berdosa’ prinsip ini yang disebut Daging adalah sungguh-sungguh merupakan
realitas sehingga Paulus mempersonifikasikannya (Misalnya, Roma 7:8-11, Galatia
5:17).
Keberadaan yang tidak ditutup-tutupi yang perlu kita
camkan. Sekalipun hati kita sudah di perbaharui, sekalupun kita sudah
dibebaskan dari kekuasaan absolut dari dosa, sekalipun Roh kudus Allah berdiam
didalam tubuh kita, prinsip dosa ini masih mengintai didalam diri kita dan
melencarkan peperangan terhadap jiwa kita.
Kita sebagai orang-orang percaya mari kita
Efaluasikan di dalam hidup kita masing-masing kanker dan perilaku kita
berdasarkan budaya disekeliling kita. Karena kita biasanya hidup menurut suatu
standar moral yang lebih tinggi dari pada masyarakat yang Umum, mudah bagi kita
merasa nyaman dengan diri kita dan untuk berasumsi bahwa Allah merasa jiga
sedemikian.
Salah satu keberadaan mengenai kanker adalah bahwa
kanker seringkali dapat bertumbuh tanpa terdeteksi hingga mencapai tahap krisis
atau bahkan suatu tahap yang bersifat mematikan. Ralph Venning, penulis dari The
Sinfulness Of Sin menggunakan kata yang hidup / positif tentang Dosa.
Beliau mengatakan bahwa dosa itu Busuk, buruk rupa, Menjijikan, ganas, mewadah,
merusak, seram, pendengki, beracun, dapat membinasakan, keji, menimbulkan
kebencian, dan mematikan.
Pikiran tentang dosa-dosa yang di maklumi berikut
ini, seperti ketidak sabaran, kesombongan, amarah, Frustrasi, dan sikap
mengasihani diri. Dalam Yesaya 6:1-8, ia mendengar para malaikat berseru,
“Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan semesta Alam, seluruh bumi, penuhi kemuliaan-Nya.
Orang Yahudi menapun sudah akan mengerti bahwa pengulangan tiga kali dari kata
kudus dimaksudkan untuk melukiskan derajad kekudusan tertinggi yang mungkin
dilukiskan.
Secara prinsip kata kudus, bila digunkan untuk
Allah, mengukapkan tentang kemuliaannya yang tidak terbatas dan transenden.
Kata itu mengukapkan tentang pemerintahannya yang berdaulat atas segala
ciptaannya. Secara Gablang, dosa kita adalah suatu serangan terhadap
pemerintahan Allah yang mulia dan berdaulat.
Allah mengetahui setiap pikiran kita, ia mendengar
perktaan kita bahkan mengucapkan dan melihat setip perbuatan kita. Ia bahkan
menyelidiki motif-motif kita, sebab paulus menulis bahwa ketika Tuhan datanng,
Ia akan menyngkapkan maksud-maksud /motif-motif hati (1 Korintus 4:5). Jika
kita meminta Ampun lepada Tuhan dan berserah kepda Tuhan Maka Tuhan aka
mengampuni dosa kita karena darah kristus yang tercurah, tetapi ia tidak
memakluminya.
BAB 4
OBAT UNTUK DOSA
John Newton, dia adalah
seorang pedagang budak dan kepten sebuah kapal yang mengakut orang-orang Afrika
yang di tangkap ke Amerka. Ia meninggkalkan kehidupan mengaruni lautan, menjadi
seorang pegawai pajak, belajar Teologi dan akhirnya menjadi Pendeta. Di akhir
Hidupnya, Newton berkata kepada seorang teman, “Ingat saya hampir pudar, tetapi
saya mengingat dua hal, bahwa saya adalah seorang pendosa besar, dan bahwa
kristus adalah Jurus selamat yang besar.
Saul dari tarsus, yang menjadi rasul Paulus
juga bersalah karena Dosa-dosa yang mengerinkan, (Kis. 7:54, 8:1, Kis. 9:1-2).
Paulus menggambarkan dirinya pada masa-masa yang lalu itu sebagai ‘seorang
penghujat, penganiaya, dan musuh yang Ganas, terhadap kristus. (1 Timotius
1:13). Konteks yang sama mengatakan Yesus datang kedunia untuk menyelamatkan
Orang-orang berdosa, di antara mereka akulah
yang paling besar, (1 Timotius 1:15).
Newton
dan Paulus bertumbuh dalam karakter yang menyerupai kristus.semakin lama hidup
mereka berdua semaiin menyatakan keberadaan mereka sebagianorang-orang Kudus
ketika bertobat. Tetapi proses pertumbuhan itu meliputi semakin menyadari dan
sensitif kepda ekspresi-ekspresi daging yang berdosa yang masih berdiam didalam
diri mereka. Dan karena itu John Newton dapat dengan mudah berkata “Aku dulu
adalah dan masih adalah seorang pendosa besar tetapi aku memilih seorang
Juruselamat besar.
Obat
untuk Dosa kita, entah dosa yang memalukan atau dapat di terima, adalah
Injildalam Skopnya yang terluas. Agustus Topladiy “Rock Of Ages” berkata
‘kiranya air dan darah, yang mengalir dari tubuhmu yang terpecah, menjadi obat
yang memiliki khasiat ganda untuk Dosa, bersihkanlah aku dari kesalahan dan
kuasanya. Dalam hidup ini kita perlu melakukan Injil, memperhatikan seksam, ada
beberapa alasan melakukanya. Pertama, Injil hanyalah untuk orang-orang berdosa.
Kristus yesus datang kedunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa (1 Tim.
1:15).
Fungsi
pertama dari Injil, sebagi obat untuk dosa-dosa kita, adalah untuk membajak
tanah hati kita agar kita dapat melihat dosa kita. Paulus berkata
“Berbahagialah orang-orang yang di ampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang
ditutupi dosa-dosanya, berbahagialah manusia yang kesalahan nya tidak
diperhitungkan Tuhan kepadanya” (Roma 4:7-8). Injil memotifasi dan menyemangati
kita untuk menyelesaikan dosa kita. Ika kita ingin bertumbuh dalam karakter
yang menyerupai kristus, kita juga mneghadapinya, istilah Alkitab kita harus
mematikannya (Roma 8:13, Kolose 3:5)
Jaminan
bahwa Allah tidak memperhitungkan dosa saya kepada saya mengerjakan dua hal,
pertama jaminan itu meyakinkan saya bahwa Allah ada di pihak kita bukan
memusuhi kita “ Roma 8:31”. Untuk
menngkhotbahkan kepada diri saya :
1.
. Sejauh timur
dari barat, demikian dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita (Mazmur
103:12)
2.
Aku, Akulah dia
yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena aku sendiri, dan aku tidak
mengingat-ingat dosamu “Yesaya 43:25”
3.
Kita sekalian
sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi
Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian “Yesaya 53:6” dan
masih banya Ayat lainnya.
BAB 5
KUASA ROH KUDUS
Kidung dari Augustus Toplady berbicara tentang “Khasiat
Ganda” artinya pembersihan dari kesalahan dan kuasa Dosa. Allah memang
membersihkan kita dari kesalahan Dosa melalui kematian Anak-Nya. Allah bukan
karena mengampuni karena ia ingin berbelas kasihan kepada kita.
Ia mengampuni karena keadilan-Nya telah di
puaskan. Pengampunan mutlakuntuk Dosa-dosa kita sam teguhnya dengan realitas
historis dari kematian Kristus. Kidung dari Toplady tidak hanya berbicara
tentang pembersihan dari kesalahan dosa tetapi juga dari kuasanya.
Paulus
menolong kita untuk melihat kedua tahap pembahasan dalam (Roma 6:2 Kita telah
mati terhadap dosa. Dan Ayat 8 Kita telah mati bersama Kristus). Artinya
melalui persatuan kita dengan Kristus dalam Kematian-Nya, kita telah mati,
bukan hanya terhadap kesalahan dosa tetapi juga terhadap kuasa pemberitahuannya
dalam hidup kita. Setiap orang percaya dan di genapi pada saat kita di
selamatkan ketika Allah membebaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan
kita kedalam kerajaan Anak-Nya (Kolose 1:13).
Pernyataaan
Paulis bahwa “ kita telah mati terhadap Dosa” merupakan sebuah pernyataan
deklaratif. Yang dinyatakan adalah
sesuatu yang telah Allah lakukan untuk kita pada saat kita diselamatkan. Paulus
mendesak kita “Hendaklah dosa jangan berkuasa lagi didalam tubuh-Mu yang fana”,
supaya jangan lagi kamu menuruti keinginannya (Roma 6:12). Bagaima mungkin dosa
dapat berkuasa jika kita sudah mati terhadapdia.
Dosa dapat dikatakan, terus melancarkan perang gerilnya
rohani didalam diri kita. Peperangan ini digambarkan oleh Paulus dalam Galatia
5:17. Keinginan Daging berlawanan dengan Roh dan keinginan Roh berlawanan
dengan keinginan daging sehingga keduanya bertentangan sehingga kamu setiap
kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Paulus
berkata Dalam Galatia 5:16 “Maksudku ialah, berjalan oleh Roh, dan kamu tidak
akan menuruti keinginan-keinginan daging,” berjalan oleh Roh berarti hidup dibawah
kendali Roh dan bergantung padanya. Saat kita berusaha berlajan oleh Roh,
lembar laun kita akan melihat Roh bekerja di dalam kita dan melalui kita unruk
membersihkan kita dari kuasa dosa yang masih ada didalam kehidupan kita. Kita
tidak akan mencapai kesempurnaan dalam hidup ini, tetapi kita akan melihat
kemajuan.
Cara
Roh kudus bekerja didalam hidup kita dan melalui kita adalah sebuah misteri
dalam pengertian bahwa kita tidak dapat memahami atau menjelaskannya. Kita
hanya menerima kesaksian Alkitab bahwa ia berdiam didalam diri kita dan sedang
bekerja didalam kita untuk mengubah kita menjadi semakin menyerupai Kristus (2
Korintus 3:18).
Salah satu cara Roh Kudus bekerja dalam diri kita adalah
dengan menginsyafkan akaan Dosa. Artinya, ia membuat kita mulai melihat ke
egoisan kita, ketidak sabaran kita, atau sikap menghakimi sebagai dosa-dosa
yang sebenarnya. Ia berjalan melaui
Alkitab untuk menegur dan mengoreksi kita (2 Timotius 3:16).
BAB 6
PETUNJUK – PETUNJUK UNTUK MENANGANI
DOSA
Rasul Paulus menulis bahwa kiata harus “ Mematikan”
berbagai ekpresi Dosa dalam hidup kita (Roma 8:13, Kolose 3:5). Ada beberapa
petunjuk-petunjuk umum yang berlaku unutk semua dosa kita yang tidak setara,
yang pertama adalah bahwa kita harus selalu menyelesaikan Dosa kita dalam
konteks Injil. Yang kedua adalah bahwa, saat bergatung pada Roh kudus, kita
juga harus mengenali tanggung jawab kita untuk dengan rajin mempraktekkan semua
langkah praktis untuk menyelesaikan Dosa-dosa kita.
Yang ketiga adalah bahwa kita harus mengenal
bidang-bidang spesifik dari dosa-dosa yang di maklumi. Yang ke Empat adalah
bahwa kita harus menerapkan Ayat-ayat Akktab yang tepat dan spesifik untuk
setiap Dosa-dosa terselubung kita.
Paulus menuliskan Dalam Kolose 2:13-14 “Allah telah
mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan sutar utang, yang oleh
ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengacam kita. Dan itu ditiadakan-Nya
dengan memakukannya pada kayub salib. Allah tidak hanya telah
mengampunidosa-dosa kita, Ia juga telah memperhitungkan kebenaran Kristus
kepada kita. Dalam setiap bidang kehidupan kita sudah tidak taat, Yesus sudah
taat secara sempurna.
Selam tiga puluh tiga tahun, Yesus hidu didalam
ketaatan yang sempurna kepada kehendak moral Allah, dan kemudian Ia
mengkulminasikan ketaatan itu dengan taat kepada kehendak Bapa yang spesifik
untuk dirinya, ketaatan sampai mati di kayu Salib untuk dosa-dosa kita. Saat
kita berjuang untuk mematiakn dosa-dosaterselubung kita, kita harus selalu
mengingat kedua kebenaran ini, dosa-dosa kita diampuni dan kita diterima
sebagai orang benar oleh Allah karena kehidupan yang tidak berdosa dan kematian
yang menanggung dosa dalam kehidupan kita selain realisasi dari kedua kebenaran
yang agung dari injil ini.
Tetapi penting mengkhususkan dosa sebagai salah satu
pentujuk utama kita untuk menghadapi dosa, sebab melalui doalah kita secara
sadar mengakui kebutuhan kita akan Roh kudus, dan melalui doalah kita terus
menerus mengakui khadiran dari pola-pola dosa yang bercokol dalam kehidupan
kita.
Doa-doa untuk dosa-dosa terselubung kita harus
lakukan dengan dua cara: pertama adalah kita harus berdoa secara terencana dan
kosisten, mungkin dalam waktu pribadi kita bersam dengan Allah setiap
hari. Kedua kita harus menaikikan
dosa-dosa spotan yang singkat untuk memohon pertolongan roh kudus setiap kali
kita menjumpai situasi-situasi yang mungkin memicu salah satu dari dosa-dosa
kita.
Kita membutuhkan keterbukaan dan kesediaan untuk
mempertanggungjawabkan hidup kepada satu sama lain, seperti juga saling
mendoakan dan saling mendorong, jika kita ingin mencapai kemajuan dalam memngatasi
dosa. Apakah semua petunjuk ini tempatnya terlalu berat? Jika ya, mungkin
rangkuman ini akan membantu :
Terapkan injil
Bersandar pada
Roh kudus
Kenali tanggung
jawab Anda
Kenali dosa-dosa
spesifik yang dimaklumi
Hafalkan dan
aplikasikan ayat-ayat Alkitab yang tepat
Tumbuhkan
kebiasaan berdosa
Libatkan satu
atau beberapa orang percaya.
BAB 7
KEFASIKAN
Kesombongan
adalah akar penyebab dari semuaya termasuk kefasikan, iri Hati dan laia-laia.
Dosa itu adalah Kefasikan, dan kita semua bersalah dalam derajat tertentu.
Dalam benak kita, orang-orang yang fasik adalah mereka yang sungguh-sungguh
hidup dalam kedurhakaan. Bertentangan dengan apa yang umumnya kita pikirkan,
kefasikan dari kelaliman tidaklah sama. Seseorang mungkin seorang warga Negara baik
dan terhormat dan tetap menjadiseorang yang Fasik. Rasul Paulus Menulis dalam
Roma 1:18 “Murka Allah nyata dari surga terhadap segala kefasikan dan
kelaliman.”
Kefasikan
melukiskan suatu sikap terhadap Allah. Sedangkan kelaliman merujuk kepada
perbuatan-perbuatan yang berdosa dalam pikiran, perkataan atau perbuatan.
Seorang Ateis atau orang yang mengaku sebagai sekularis jelaslah seorang yang
fasik, tetapi begitu juga dengan banyak orang yang bermoral baik, sekalipun
mereka berkata mereka percaya kepada Allah.
Kefasikan
dapat didefinisikan sebagai menjalani kehidupan sehari-hari dengan sedikit atau
tanpa berpikir tentang Allah, atau tentang kehendak Allah, Kemulian Allah, atau
tentang kebergantungan seseorang kepada Allah. Jadi kita dapat langsung melihat
bahwa, seseorang dapat menjalani kehidupan yang terhormat dan tetap fasik dalam
pengertian bahwa Allah pada hakikatnya tidak relefan dalam kehidupannya.
Aktifitas
kita yang Umum, mereka mungkin ramah, sopan dan bahkan suka menolong orang
lain, bahkan serinng datang ke Gereja setiap hari sekalipun, tetapi Allah sama
sekali tidak ada dalam pikiran mereka, mereka bukan orang-orang durhaka tetapi
mereka orang Fasik. Jadi sekarang mari kita bergantung kepada Allah Yakobus
mengatakan bahwa Hai kamu yang berkata “hari ini atau besok kami berangkat
kekota Anu, dan disan kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat
untung,” sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti
hidup-Mu? Hidup itu sama seperti Uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Sebenarnyakamu harus berkata “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan Hidup dan
berbuat ini dan itu” (Yakobus 4:13-15).
Yakobus
menegur mereka adalah jangan merencanakan yang tidak mengakui kebergantungan
mereka kepada Allah. Tetapi mari kita berpikir pertanggungjawaban hidup kepada
Allah dan tanggung jawab kita untuk hidup menurut kehendak moralnya seperti
yang diwahyukan kepada kita dalam Alkitab. Dalam Yakobus juga menulis bahwa
Kita jangan berhenti-henti Berdoa, supaya hidup kita tetap saleh dihadapan
Tuhan.
Hai
Hamba-hamba, taatilah tuanmu didunia ini, dalam segala hal, jangan hanya
diihadapan mereka untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus Hati karena
takut akan Tuhan. Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuahan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah
kamu akan menerima warisan itu sebagai upahmu. Kamu sedang melayani Kristus
Tuhan (3:22-24). Nasihatnya adalah suntuk “Bekerja dengan sungguh-sungguh,
seperti untuk Tuhan bukan unruk Manusia ayat 23 memberikan kepada kita suatu
prinsip yang harus diterapakan untuk hidup saleh dalam konteks panggilan dalam
profesi kita.
Jadi
mari kita melakukan segalanya untuk kemuliaan Allah? Artinya adalah :
Ø Segala yang kita kerjakan/lakukan agar berkenan di
hadapan Allah
Ø Kita ingin supaya Allah tetap berkenan segala
aktifitas-aktifitas kita sehari-hari (Umum)
Ø Kita juga ingin tetap berdoa agar Roh Kudus tetap
meminpin setiap pikiran2 kita, perkatan2 kita, tindakan-tindakan kita.
Ø Melakukan segalanya untuk kemuliaan Allah artinya
adalah kita rindu agar seluruh aktifitas kita sehari-hari akan memuliakan Allah
di hadapan orang lain.
Yesus
berkata “Sama halnya, hendaklah terangmu bercahaya dihadapan orang lain, supaya
mereka boleh melihat pekerjaan-pekerjan baikmu dan memuliakan bapamu yang di
sorga” (Matius 5:16). Pemazmur menulis “Seperti Rusa merindukan sungai yang
mengalir, begitulah jiwaku merindukan engkau, ya Allah, jiwaku haus akan Allah.
Akan Allah yang hudup. Kapankah aku akan datang dan berdiri di hadapan Allah.
(42:2-3). Mazmur 63:2, Daud berbicara
tentang kehausan akan Allah dan usahanya yang sunggu-sunggu untuk mencari Dia.
Mazmur 27:4, Ia ingin berdiam dalam hadirat Allah supaya dapat ia menyaksiakan
keindahannya. Itulah kerinduan orang-orang saleh pada zaman dulu.
Bagi
orang yang saleh adalah, Allah adalah Pusat dan Titik fokaldari Hidupnay.
Kesalehan total dan kefasikan total adalah ujung yang berlawanan dari suatu
kisaran. Tetapi mari kita tetap teguh kepada Allah dan tetap berdoa agar Allah menjadikan
kita lebih peka, terhadap fakta bahwa kita menjalanin setiap momen setiap hari
dihadapan matanya yang maha melihat. Meskipun kita mungkin tidak memikirkan
Dia, Dia sudah pasti memperhatikan kita dan melihat setiap perbuatan yang kita
lakukan, mendengar setiap perkatan kita, mengetahui setiap pikiran kit, (Mazmur
139:1-4). Karena itu marilah kita sungguh-sungguh memperhatikan Dia seperti Dia
sungguh-sungguh memperhatikan kita.
BAB 8
KEGELISAHAN DAN FRUSTASI
Hidup
ini sering kali sulit, dan terkadang menyakitkan. Dan tentunya ada beberapa
tingkat kesulitan yang berbeda-beda dan dapat dkatakan tingkat penderitaan yang
berbeda. Kesulitan biasanya terjadi dalam aktivitas-aktivitas dan tanggung
jawab-tanggung jawab hidup sehari-hari, sedangkan penderitaan mungkin di
munculkan oleh peristiwa-peristiwa yang luar biasa.
v KEGELISAHAN
Ada
beberapa ciri khas kristen dalam PB adalah Dua puluh tujuh contoh bahwa Kasih
adalah yang paling di ajarkan, sekitar Lima Puluh kali. Dan kerendahan Hati
tercatat yaitu Empat Puluh kali. Lawan dari percaya Allah adalah kegelisahan
atau Frustrasi, dan Yesus bnyak berbicara tentang Kegelisahan. (Matius
6:25-34), diman ia mengatakan Enam kali kata kegelisahan.
Ungkapan
lain yang digunakan Yesus hubungan dengan kegelisahan adalah “Jangan takut”
(Matius 10:13, Lukas 12:7). Paulus mengutip nasihat tentang kegelisahan ini
dengan kata-katanya dalam (Filipi 4:6, jangan Gelisah tentang apapun juga. Dan
Petrus menambahkan nasihatnya “Serahkanlah segala kekuatiran-Mu, kepada-Nya,
sebab ia yang melihat kamu (1 Petrus 5:7).
Kegelisahan
adalah Dosa karena Dua alasan:
1.
Ketidakpercayaan
dengan Allah (Matius 6:25-34)
2.
Kurangnya
penerimaan terhadap pemeliharaan Allah dalam hidup kita.
Kegelisahan
adalah salah satu pencobaan yang paling bertahan dalam hidup kita. Jadi dalam
hidup kita ini salah satu tanda dari kedewasaan Kristen yang harus di usahakan
oleh seseorang percaya Allah, suatu persetujuan tanpa protes kepada kehendak
Allah yang didasarka pada suatu kepercayaan kepada hikmat, kekudusan,
kedaulatan, dan kebaikannya.
Sehingga ketika kita melakukanya maka kita
akan terhindar dari kekecewaan. Mempercayai pemeliharaan Allah buakn berarti
kita tidak perlu mendoakan hasil akhirny. Paulus berkata supaya kita tidak
gelisah disertai dengan instruksiuntuk berdoa tentang situasi apapun yang sedang mencobai kita
untuk menjadi gelisah (Filipi 4:6).
v KEKHAWATIRAN
Kekhawatiran
adalah sinonoim untuk kegelisahan. Dalam Alkitan New International Version,
Yesus berkata, “Karena itu jangan khawatir tentang hari Esok” (Matius 6:34).
Dalam hal ini adalah kita harus sunggu-sungguh memiliki janji-janji Allah dan
pelayanan dari Roh kudus untuk menolong kita dalam masa-masa sulit ini.
Yesus
berkata bahwa Allah tidak melupakan seekor burung pipit pun Lukas 12:6, Tapi,
betapa jauh lebih lagi anda, anaknya sungguh-sungguh menjadi perhatian
pribadinjya. Allah menghargai pergumulan-pergumulan kita, dan Roh kudus akan
menolong kita. Hal yang penting adalah kita berusaha memuliakan Allah melalui
iman klita, sekalipun Iman kita lemah dan memudar, bukan menghina dia dengan
ketidak percayaan yang terang-terangan.
v FRUSTRASI
Yang
mirip dengan kegelisahan adalah dosa Frustrasi. Kegelisahan mencakup ketakutan,
Frustrasi biasanya mencakup keadaan kesal atau bahkan marah apapun atau
siapapun yang sedang menghalangi rencana-rencana kita. Sesungguhnya, reaksi
seperti ini berakar dari kefasikan kita pada saat itu, sedang pada waktu itu
kita sedang hidup seolah-olah Allah tidak terlibat dalah kehidupan atau sitiasi
kita.
Dalam
Frustrasi, kita cenderung untuk tidakberpikir tentang Allah sama sekali.
Sebagai gantinya kita memutuskan atau kita fokus pada penyebab langsung dari
frustrasi kita. Bagian dari Alkitab yang sangat menolong kita menghadapi Frustrasi
adalah Mazmur 139:16, “Segala hari yang ditentukan bagiku tertulis dalam kitab-Mu
sebelum ada satupun yang terjadi” (NIV).
Jadi
ketika terjadi seseutu yang cenderung membuat saya Frustrasi, kita harus
benar-benar mengucapkan Mazmur 139:16 kepada diri kita dan kemudian berkata
kepada Allah, situasi ini adalah bagian dari rencana-Muuntuk hidup kita hari
ini. Tolong saya untuk harus bisa merespon dengan Iman dan dengan sustu cara
yang memuliakan Allah kepada kehendak-Mu yg memelihara. Dan kemudian tolong saya berikan ke[da saya
Hikmat untuk mengetahui cara untuk menghadapi situasi yang cenderung
menimbullkan Frustrasi. Ingat bahwa sekalipun kegelisahan dan frustrasi mungkin
tidak serius perzinahan, keduanya tetap adalah Dosa. Dan semua dosa dianggap serius
di mata Allah yang kudus.
BAB 9
KETIDAK PUASAN
Kegelisahan
adalah ketidak pastian yang menangkutkan dalam menghadapi masa depan, entah
yang bersifat jangka pendek (seperti dalam perjalanan penerbangan saya), atau
jangka panjang, seperti yang mungkin timbul karen kehilangan pekerjaan. Subjek
dari Bab ini adalah ketidak puasan yang berdosa yang secara negatif
mempengaruhi relasi relasi kita dengan Allah.
Ada beberapa contoh dari
keadan-keadan yang tidak berubah itu :
Pekerjaan yang
tidak memuaskan atau kecil upahnya
Keadaan lanjang
sampai memasuki usia paruh baya atau lebih
Ketidak mampuan
untuk melahirkan anak-anak
Pernikahan ynag
tidak bahagia
Cacat-cacat
fisik
Kondosi
kesehatan yang selalu buruk
Selain-situasi
kehidupan yang sungguh-sungguh menyakitkan, penyebab ketidak puasan kita
kadang-kadang malah berupa hal-hal kecil. Situasi apapun yang mencobai kita
untuk menjadi tidak puas, dan betapapun beratnya situasi itu, kita perlu
mennyadari bahwa ketidakpuasan adalah Dosa. Kita begitu terbiasa untuk
meresponi situasi-situasi yang sulit dengan kegelisahan, frustrasi atau
ketidakpuasan sampai kita menganggap ketiganya sebagai reaksi normal terhadap
berbagai perubahan kehidupan.
Kita
kembali kepada kefasikan kita sebagai akar penyebab dari dosa-dosa kita. Kita
jangan memakluminya dalam hidup kita hampir berpikir dua kali, itu menjadikan
dosa-dosa tersebut lebih berbahaya karena, selain dosa yang mendasar itu
sendiri, dosa-dosa itu mendasar itu sendiri, dosa-dosa itu dapat membuka pintu
hati kita kepada dosa-dosa yang lebih besar. Ketidak pusan misalnjya, dapat
dengan mudah memimpin kepada lemarahan atau kepahitan kepada Allah atau orang
lain.
Kita
dapat pasrah kepada situasi-situasi yang kita tahu tidak akan pernah berubah
namun tetap menyimpan suatu ketidak puasan yang berkporban dalam hati kita.
Tuhan
kita bersedia untuk, menerima apa yang kita berikan tiadak memiliki apa yang
tidak kita berikan, melepaskan apa yang kita ambil. Tema itu adalah pentingnya
kepercayaan teguh kepada kedaulatan, hikmat, dan kebaikan Allah dalam segala
situasi kehidupan kita. Entah situasi itu bersifat jangka pendek atau jangka
panjang, kemana pun kita untuk meresponnya dengan cara yang memulikan Allah dan
menyenangkan Allah betagantung pada kemampuan dan kesediaan kita untuk membawa
kebenaran-kebenaran ini untuk di terapakan dalam situasi-situasi itu.
Dan
kita haru melakukan hal ini dengan iman artinya, kita harus percaya bahwa
pengajaran Alkitab tentang atribut ini sungguh-sungguh benar dan bahwa Allah
telah menjadikan atau menginjikan keadan-keadaan yang sulit ini dalalm hidup kita
untuk kemuliaan-Nya dan untuk kebaikan ter tinggi kita.
BAB 10
TIDAK BERSUKUR
Secara
rohani, kondosi kita dulu jau lebih buruk dari pada penyakit, penyakit kusta
secra jasmania. Kita mati secra rohani . kita menjadi budak-budak dari dunia,
dari setan, dari nafsu-nafsu dari natur kita seniri. Kita pada dasarnya harus
di murkai oleh Allah. Tetapi Allah, oleh rahmatnya dan kasihnya yang besar,
mengulurkan tangannya kepad kita dan memberi kira kehidupan rohani (Efesus
2:1-5). Ia mengampuni dosa_dosa kita melalui kematian anaknya dan menyelibungi
kita dengan kebenaran yang tidak bercacat dari Yesus sendiri.
Tindakn
kristus memberikkan kehidupan rohani kepada kita merupakan suatu mujjat yang
jauh lebih besar, dan berkat_berkatnya jauh lebih besar dari kesembuhan dari
penyakit kusta. Sedangkan Anda berhenti mengucap sukur kepda Allah karena
melepaskan Anda dari kerajaan kegelapan dan memindahkan anda ke dalam kerajaan
Anaknya.
Dan
jika anda telah mengucap sukur, apakah ucapan sukur itu hanya di bibir saja, seperti
beberapa orang yg mengucap sukur sebelum makan, apakah ucapan sukur adalah
suatu ungkapan dari rasa sukur yang sepenuh hati atas apa yang telah Allah
lakukann untuk anda dalam kristus.
Seluruh
hidup kita harus menjadi kehidupan yang terus-menerus mengucap sukur. Itu
berarti bahwa setiap nafas yang kita hirup adalah karunia dari Allah. Efesus
5:20, kata selalu dan segala sesustu itu berarti seluruh kekhidupan kita harus
menjadi kehidupan yang terus-menerus mengucap sukur.
Dalam
Roma 1:18-32, Paulus memberikan suatu gambaran yang hiduup tentang kemerosokan
moral dari masyarakat Kafir pada masa itu, menjelang akhir dari gambaran itu
Paulus menulis, sekalipun mereka mnegenal Allah, mereka tidak memulikan dia
sebagai Allah atau mengucap sukur kepadanya, tetapi mereka menjadi sia-sia,
danHati mereka yang bodoh itu dijadikan gelap.
Kegagalan
untuk memuliakan Allah atau mengucap sukur kepda Dia jelas merupakan
kareakteristik dari budaya masa kini. Tetapi kita turut bersumbngsi jika bersam
dengan masyarakat seacara luas, kita gagal untuk menaikan ucapan sukur yang
selayaknya diterimanya.
DALAM SEGALA KEADAAN
Dalam
1 Tesalonika 5:18, Paulus menulis, mengucap sukurlah pada Allah dalam segala
keadaan : sebab inilah kehendak Allah di dalam kristus Yesus untuk kamu. Jadi
dalam situasi-situasi yang tidak berjalan seperti yangn kita harapkan, kita
harus mengucap sukur kepda Allah supaya ia menggunakan situasi itu dengan cara
tertentu untuk menumpulkan karakter kristiani. Jadi dengan Iman kepada janji
Allah dalam Roma 8:28-9, kita mentaati perintah dari 1 Tesalonika 5:18 untuk
mengucap sukur dalam keadaan itu. Sementara kita berada di tenga situasi yang
sulit, kita memiliki janji dari ayat 38-39, bahwa tidak ada sesuatu pun,
termasuk situasi yang sedang kita hadapi yang dapat memisahkan kita dari kasih
Allah.
Kita
harus berpegang pada janji ini dengan
Iman. Kita memiliki dua jaminan untuk mengucap sukur dalam keadaan itu.
Pertama, dengan Iman kita percaya Allah sedang menggunakan atau akan
menggunakan kesulitan spesifik itu unutk membentuk kita semakin menyerupapi
Yesus.
Kedua,
kita memiliki jaminan bahwa bahkan ditengah kesulitan itu kita diliputi oleh
kasih Allah. Jadi pengucapan syukur dalam situasi yang mengecewakan atau sulit
harus selalu di lakukan dengan Iman kepada janji-janji Allah. Pengucappa sukur
ini tidak bisa hanya dilakukian dengan mengandalkan tekad semata.
BABA 11
KESOMBONGAN
Kesombongan
adalah kita dapat melihatnya di dalam diri orang lain tetapi tidak didalam diri
kita. Karena itu kamu yang mengajar orang lain, apakah kamu tidak mengajar
dirimu.
MENGAGAP DIRI BENAR SECARA MORAL
Kesombongan
orang faris dalam perumpamaan Yesus, Yesus adalah kesombongan yang disebut
mengagam diri benar secara moral. Kesombongan ini terwujud dalam perasaan
superioritas moral terhadap dalam bidang apapun dia memiliki sikap mengagap
dirir benar secaran moral. Lalu bagaimanakah kita menghindari dosa menganggap
diri benar?
Dengan
mengusahakan rendah hati yang berdasarkan pada kebenaran bahwa saya ada sebagai
mana saya ada hanya karena Anugra Allah. Khususnya jika kita orang-orang
percaya yang berusaha untuk hidu benar secaara moral itu karna hanyakAnugrah
Allah sudah menguasai kita.
Sesungguhnya
tidak ada seorangpun yang benar secara moral. (Mazmur 51:7). Cara lain untuk
menghindari kesombongan yang mengagap diri benar adalah dengan menghubunggkan
diri kita di hadapan Allah dengan masyarakat yang berdosa yang ada di
sekeliling kita.
KESOMBONGAN KARENA DOKTRIN YANG BENAR
Kesombongan
yang sangat mirip dengan kesombongan moral doktrin Allah. Kemudian untuk
melengkapin spektrum dari lesombongan ini, ada juaga mereka tidak menganggap
doktrin itu penting dan karenanya memandang rendah kita yang mengagap nya
penting.
Bentuk
kesombongan ini adalah kesom ongan sistem kepercayaan spesifik kita. Dalam
Korintus 8, Paulus membahas bentuk kesombongan ini yang muncul sehubungan
dengan soal memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala.
Kesombongan karena
presentasi
Alkitab
mengajarkan bahwa ada hubungan sebab akibat yang umum antara kerja keras dan
keberhasilan dalam usaha apapun, dalam Amsal 13:4, berkata jiwa si pemalas meingini
dan tidak mendapat, sedangkan jiwa oarng yangbrajin diberi kelimpahan. Namun
demikin Alkitab juga menh=gajarkan bahwa keberhasilan dalam usaha apapun berada
di kontrol yang berdaulat dari Allah (1 Samuel 2: Mazmur 75:7-8, Hagai 1:5-6
JIWA YANG BEBAS
Kesombongan
kita karena bebas, itulah yang membuat kita tidak mau di ajar atau tidak
mundur. Sering kali respon yang dibrikan kepada pengajra adalah tidak ada rujuk
yang kepada Alkitab, tetapi hanya itu dapat dari sikap yang sikap yang mau
diajar. Amsal khususnya mengajarkan kitra tentang FASE-FASE, DAN TOPIK.
BAB 12
KE EGOISAN
Kita
di larikan dengan natur yang egois, dalam kehidupan orang-orang kristen kita
masih meliki daging yang perang yang melawan roh, dan salah satu ekoresinya
adalah ke egoisan. Ke egoisan adalah dosa yang sulit di telanjani karena begitu
mudah dilihat didalam diri oranng lain tetapi begitu sulit di kenali dalam diri
kita. Ke egoisan satu orang mungkin menjadi kasar dan nyata.
Orang
seperti ini tidak peduli pada apa yang dipikirkan orang lain, jadi keegoisan
kita mungkin akan lebih halus dan terpoles. Ke egoisan mungkun terungkap dengan
banyak saca, dalam menyelidiki banyak dosa-dosa kita “tidak tercela” yng pertama adalah ke egoisan yang berhubungan
dengan kepentingan-kepentingan kita yang di tulis Paulus dala Filipi 2:4, kata
kepentingan ini tentu Paulus sedang merujuk kepada pertimbangan0-perimbangan
dan kebutuhan-kebutuhan orang lain.
Kepentingan
kita mungkin mencakup pekerjaan kita hobi-hobi kita atau hal lain apapun.
Sebuah tes yang baik untuk mengetahui yang baik tingkat ke egoisan yang
menguuytamakan kepentingan-kepentingan kita adalah dengan merenungkan
percakapan yang telah kita lakukan dengan seseorang dan bertanya pada dirir
kita berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk membicarakan kepentingan kita
di bandingkan dengan untuk mendengarkan orang lain
Bentuk
ke egoisan ini mungkin tanpa begitu tidak berbahaya dan biasanya di lihat
sebagai ketidak pekaan semata tetapi pasti bukan dosa. Tetapi itu adalah gejala
dari keberpusatan pada diri, hal ini mengindikasikan bahwa diri kita menjadi
yang terpenting.
Da;am
II Timotius 3:1-5, Paulus memberikan daftar tentang dosa-dosa yang benar-benar
buruk yang akan menjadi ciri dari “Zaman akhir”. Mencintai diri adalah
deskripsi yang baik untuk orang yang egois yang menjadikan dirinya sebagai
pusat sedikit sekali memperhatikan kepentingan-kepentingan,
kebutuhan-KEBUTUHAN, atau keinginan-keinginan orang lain.
Bidang
kedua dari keegousan adalah dalam hubungannya dengan waktu kita. Waktu adalah
sebuah komuditui yang berharga, dan setiap kita hanya memiliki sejumlah watu
yang pasti setap Hri. Seseorang dapat menjadi kaya secara finansial sehingka
memiliki uang yang berlebih, tetpai hanya sedikit orang waktu yang memiliki
yang berlebih. Kita semua sibuk, jadi mudah menjadi egois dengan waktu kita.
Waktu orang selalu lebih penting dari waktu kita, kita cenderung melindungi
waktu kita untuk kepentingan-kepentingan kita sendiri.
Kita
dapat menjadi egois dengan terlalu melindungi waktu kita, dan kita juga bisa
menjadi egois denga terlalu banyak meminta waktu orang lain. Kita hanya
memikirkan diri kita dan kebutuhan kita dalam Galatai 6:2 mengajarakan bahwa
kita harus “bertolong-tolongan menanggung beban, dan dengan demikian memenuhi
hukum kristus”. Bekerja melamaui tugas-tugas normal kita untuk membantu orang
lalian adalah salah satu cara untuk bertolong=tolongan dalam menanggung beban.
Bidang
ketiga dari keegoisan adalah dalam hubungannya dengan uang. Sang rasul menulis
bahwa kota harus “ Bersuka cita dengan mereka yang bersuka cita, meratap
dengan mereka yang meratap”, Roma 12:15.
Rasul Yohanes menulis dalam kitab I Yohanes 3:17, mengatakan barang siapa yang
mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya yang kekurangan tetapai memnutup
pintu hatinya terhadap saudaranya itu bagaimana kah kasih Allah dapat tetep
didalam dirinya?
Ayat-ayat
inimemberitahukan kita bahwa kita harus melatih diri untuk memiliki hati yang
berbelas kasihan terhadap mereka yag kekurangan dan kemudian mewujudkan belas
kasihan itu dengan pemberian kita. Bidang ke empat dari keegoisan yang kita
pelajari adalah sikaptidak peduli. Orang yang tidak peduli tidak pernah
memikirka akibat-akibat da tindakan-tindakan orang lain. Orang yang berbicara
keras dengan ditelfon selu.ernta sehingga mengganggu orang lailan sedang
menujukkan ke egoisan berupa ketidak pedulian.
Kapan
saja kita memikirka akibat-akibat dari tindakan kita bagi orang lain, kita
sedang bersikap egois dan tidak peduli. Kita sedang memu]ikirkan diri kita
sendiri saja. Kita juga dapat menjadi tidak peduli pada perasaan orang lain.
Terlalu sering orang-ORANG KRISTEN
bersikap kasar pada pelayan restoran yang wanita dan penjaga toko. Orang
yang memiliki sikap ketidak peduliannya ia sedang menujiukan ke egoisan dalam
ketidak pedulian. Ia hanya peduli dengan keinginannyan untuk mengukapkan
pendapatnya. Contoh etrbaik dari ketidak egoisan adalah Tuhan Yesus Kristus (II
Korintus 8:9).
BAB 13
KURANGNYA
PENGENNDALIAN DIRI
Orang yang takdapat mengendalikan diri adalah
seperti kota yang di serbu dan di biarkan roboh temboknya “Amzal 25:28). Pada
zaman Alkitab,tembok sebuah kota adalah alat pertahanan utamanya. Jika
temboknya di hancurkan,pasukan menyerang dapat menyerbu kedalam kota dan
menalukkannya Yosua 6:1-20. Alkitab,
baik dalam Amzal dalam surat-surat PB, banyak membahas tentang pengendalian
diri. Paulus mencantumkannya sebagai salah satu perwujudan dan buah Roh
“Gal.5:22-23”, ia memasukan kurangnya pengendalian diri dalam karakteristik
kerusakan moral di zaman akhir 2 Tim.3:3.
Apa itu pengendalian diri? Pengendalian diri adalah
penguasaan atau pengendalian yang bijaksanan yang terrhadap
keinginan-keinginan, kesukaan-kesukaan, implus-implus, emosi-emosi, dan
hasrat-hasrat seseorang. Pengendalian diri berarti pembatasan terhadap
keinginan-keinginan dan aktivitas-aktivitas yang di benarkan, dan larangan
mutlak terhadap bidang-bidang yang jelas-jelas berdosa.
Contoh pengendalian diri akan mencakup : misalnya
(1) pembatasan dalam menonton televisi dan larangan mutlak untuk menonton
pornografi di internet dan lain-lain. Pengendalian diri alkitabiah, mencakup
setiap bidang kehidupan dan menuntut pertempuran yang tidak ada habisnya dengan
nafsu-nafsu daging yang memerangi jiwa kita (Petrus 2:11).
Pengendalian diri ini bergantung pada pengaruh
kemampuan yang di berikan oleh roh kudus. Salah satu cara untuk mempraktekkan
pengendalian diri adalah dengan membuang atau menjauhi apa saja yang menggoda
kita untuk menuruti keinginan-keinginan kita.
Bidang kedua dimana orang-orang kristen sering
menunjukkan kurangnya pengendalian diri adalah dalam hal kemarahan. Beberapa
orang percaya dikenal sebagai orang yang pemarah atau mudah tersinggung. Sifat
pemarah adalah suatu semburan kemarahan yang cepat tetapi intens yang
seringkali cepat mereda.kemarahan dalam kebanyakan peristiwa adalah dosa,
tetapi bagi orang yang lekas marah, dosanya ditambah dengan kurangnya
pengendalian diri.
Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh Amsal, 14:17.
Orang yang lambat untuk marah lebih baik daripada seorang pahlawan, dan orang
yang menguasai jiwanya lebih baik daripada orang yang merebut kota. Amsal,
16:32. Dalam PB Yakobus menasihati kita untuk menjadi “lambat untuk marah”
(1:19).
Bab 14
Tidak Sabar Dan
Mudah Marah
Ketidaksabaran sebagai perasaan sangat jengkel
terhadap kesdalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan yang tidak di sengaja
dari orang lain. Ketidaksabaran ini seringkali
di ungkapkan secara verbal dengan cara yang cenderung mempermalukan
orang menjadi objek dari ketidaksabaran itu.
Kunci untuk memahami jenis ketidaksabaran ini adalah
ketidaksabaran ini merupakan respon kepda tindakan-tindakan orang lain yang
biasanya tidak di sengaja. Penyebab yang sebenarnya dari ketidak kesabaran kami
terletak di dalam hati kami sendiri, dalam sikap kami yang memaksa orang lain
di sekeliling kami untuk harapan-harapan kami untuk memenuhi harapan-harapan
kami.
Rasul Paulus, dalam beberapa suratnya, menasehati
kita untuk bersabar. Dalam 1 Kor.13, pasal yang yang agung tentang kasih, ia
mengawali deskripsinya tentang kasih dengan mengatakan, “kasih itu sabar” dalam
Galatia 5:22-23, kesabaran adalah salah satu dari 9 ekspresi buah roh dalam
Efesus 4:1-2 Paulus mendorong kita untuk hidup dalam kesabaran, dan dalam
Kolose 3:12 kita di perintahkan untuk mengenakan kesabaran.
Kesabaran adalah kebajikan yang harus di tanamkan.
Dan dengan menarik kesimpulan yang logis, kita dapat mengatakan bahwa
ketidaksabaran, lawan dari kesabaran, adalah dosa yang harus di matikan dalam
kehidupan kita.
Bab 15
Kemarahan
Robert Jones menulis dalam buku “kemarahan adalah
suatu masalah universal yang lazim dalam setiap budaya dan di alami oleh
inirasi. Tidak ada orang terbatas dari kehadirannya atau kebal terhadap
racunnya. Kemarahan menebusi setiap orang dan merusak relasi-relasi kita yang
paling intim
Kemarahan adalah bagian yang pasti dari dasar
keberadaan kita yang berdosa. Apakah kemarahan itu? Banyak di antara kita
mungkin bertanya “ saya tidak dapat mendefinisikan, tetapi saya mengenalnya
ketika saya melihatnya, khususnya jika kemarahan itu di tujukan kepada saya.
Kemarahan adalah sebuah persoalan yang sangat luas
dan kompleks. Beberapa orang membenarkan kemarahan mereka sebagai kemarahan
yang benar. Mereka merasa mereka berhak untuk menjadi marah dalam situasi
tertentu. Kita dapat mengetahui bahwa kemarahan adalah kemarahan yang benar?
(1) kemarahan yang benar timbul dari suatu persepsi tentang kejahatan yang
sejati yaitu sebagai pelanggaran yang hukum moral Allah. Kemarahan yang benar
berfokus kepada Allah dan kehendaknya bukan kepada saya dan kehendak saya. (2)
kemarahan yang benar selalu terkendali kemarahan yang tidak pernah membuat
orang kehilang kesabarannya atau merangnya dengan penuh kebencian. Dosa itu
adalah suatu pelanggaran terhadap perintah Allah atau kita bahkan menggunakan
fakta bahwa hal itu adalah suatu pelanggaran terhdap perintah Allah itu
membenarkan respon kemarahan kita sendiri yang berdosa.
Dalam mengahadai kemarahan kita, kita perlu
menyadari bahwa tidak ada orang yang membuat kita marah kata-kata atau
tindakan-tindakan orang lain mungkin menjadi alasan dari kemarahan kita. Kita
menjadi marah karena seseorang telah berlaku tidak terhadap kita.
Kita menjadi marah karena keinginan kita tidak
terkabul. Kita sering melihat hal ini terjadi pada anak-anak, tetapi hal juga
terjadi pada diri kita yang adalah orang-orang dewasa. Kita menjadi marah
menjadi respon kepada kemarahan orang lain. Situasi-situasi hipotetis ini tidak
di maksudkan untuk membenarkan tindakan-tindakan.
Jelaslah tindakan-tindakan itu berdosa. Tetapi kita
dapat memilih bagaimana kita akan meresponi tindakan-tindakan orang lain yang
berdosa terhadap kita. Kita harus merespon perlakuan apapun yang tidak adil
dengan “ mengingat Allah” mengiangat Allah berarti memikirkan kehendak Allah
dan kemulian Allah.
Mungkin ada pengecualian-pengecualian untuk hal ini,
tetapi di luar itu, dapat kitakan bahwa kita semua menjadi marah sesekali. Yang
penting adalah bagaimana kita menghadapinya. Beberapa orang cenderung untuk
mengunggapkan kemarahan dengan bahasa yang kasar dan biasanya menyakitkan yang
lain akan mengunggapkannya dengan cara-cara yang lebih tidak kelihatan seperti
menyindir akan memberikan komentar kastis kepada atau tentang orang yang
menjadi objek kemarahannya.
Kelompok ketiga yang cenderung memndam kemarahan
mereka dalam bentuk kebencian semua ekspresi kemarahan ini adalah dosa. Jadi
bagaimana kita menghadapi kemarahan kita dengan cara kita memuliakan Allah? (1)
kita harus menyadari dan mengakui kemarahan kita dan keberdosaannya. Kita tidak
dapat membereskan kemarahan sebelum kehadirannya.
Jika kita mengeksperikan kemarahan kita secara
eksternal, kita juga perlu meminta maaf kepada orang yang telah kita lukai
dengan kemarahan kita. Akhirnya, kita perlu menyerahkan penyebab dari kemarahan
kita kepada Allah.
KEMARAHAN TERHADAP ALLAH
Kemarahan adalah sebuah penghakiman moral, dan dalam
khasus Allah kemarahan berarti menuduh Allah melakukan kesalahan. Kesalahan
menuduh Allah sebagai pribadi yang berdosa kepada kita karena melantarkan kita
atau dengan cara tertentu memperlakukan
kita secara tidak adil.
Kemarahan seringkali sepantasnya memperlakukan kita
lebih baik daripada apa yang kita alami sekarang ini. Akibatnya kita
memanjarakan Allah di dalam ruangan pengadilan kita sendiri. Suatu kepercayaan
yang kokoh kepada kedaulatan, hikmat,dan kasih Allah. Kebingungan dan
ketidakmengertian kita kepada Allah kita harus di bawah dengan rendah hati dan
penuh kepercayaan melalui doa.
BAB 16
RUMPUT-RUMPUT
LIAR KEMARAHAN
Alkitab tidak menangggapi kemarahan kita dengan cara
yang sedemikian sanguin. Sebaliknya, Alkitab menyuruh kita untuk membuang
kemarahan (Efesus 4:31). Jika anda mengambil waktu untuk mnecari ayat-ayat ini,
anda akan melihat bahwa dalam setia ayat, kemarahan di asosiasikan dengan
dosa-dosa yang sangat buruk seperti kepahitan, kegeraman, amarah,fitnah,
kedengkian, dan perkataan kotor.
Tetapi bagaiman dengan bagian Alkitab yang
mengatakan maralah dan jangan membuat dosa: janga biarkan matahari terbenam
sebelum padam amarahmu “(Efesus 4:26)? Paulus bukan sedang memberikan ijin
untuk marah, apalagi memerintahkannya, seperti yang mungkin ditunjukan oleh
gaya bahasa inpernatif yang digunakan.
Sebalikya, paulus menerma kenyataan bahwa kita akan
menjadi marah, dan ia sedang memberitahkan kepada kita cara untuk mengatasinya.
Pda dasarnya ia sedang mengatakan, “jangan berlama-lama dengan kemarahan-MU.
Padangkanlah segera. Itulah sebabnya ia menambahkan pernyataan yang memberikan
penjelasan, “jangan biarkan matahari tebenam sebelum apadam amarahmu.
Tetapi rumput liar kemarahan tidak jinak melalinkan
ganas. Rumput liar kemarahan dapat merancuni pikiran kita dan pikiran orang
lain. Ada beberapa rumput liar ganas yang tumbuh dari kemarahan yang tidak
diselesaikan:
1.
Kekesalan
2.
Kepahitan
3.
Perseturuan
4.
Dan permusuhan
5.
Dendam
6.
Peringkaian atau
pertengkaran
Ada beberapa cara yang
kita dapat lakukan untuk meneyelesaikan amarah kita sebelum matahari terbenam.
1. Kita harus mengandalkan kedaualatan Allah
2. Kita harus berdoa agar Allah memampukan kita untuk
bertumbuh dalam kasih
3. Belajar mengampuni seperti Allah telah mengampuni
kita.
BAB 17
MENGHAKIMI
Dosa menghakimi adalah salah satu dosa yang paling
tersembunyi diantara dosa-dosa kita yang “dianggap pantas” karena dosa ini
sering dipraktekan dengan dalih giat memperjuangkan apa yang benar. Jelaslah
bahwa didalam lingkaran injilin konserfaktif kita, terdapat pandangan yang
tidak terhitung banyaknyany mengenai segala sesutu mulaidari teologi, perilaku,
gaya hidup, sampa olitik.
Namun demikian, kita masih dapat berdosa, bahkan
ketika kita menghakimi berdasarkan Alkitab, kita dapat berdosa jika kita
menghakimi dengan sikap mengaggap diri benar atau jiak kita menghakimi dengan
kasar atau dengan semangat mengkritik.
Kita berdosa jika kita mengutuk dosa-dosa orang lain
yang jelas-jelas sangat keji, tanpa pada saat yang sana mengakui bahw kita
sendiri masih menjadi oarang berdosa di hadapan Allah.
SIKAP MENGHAKIMI YANG KITA MILIKI ADALAH
1.
Sikap menghakimi
dalam hal doktrin
2.
Jiwa mengkritik
BAB 18
IRI HATI, CEMBURU, DAN DOSA-DOSA YANG BERKAITAN
a.
Iri Hati
Iri Hati adalah kesadaran yang
menyakitkan dan seringkali menjengkelkan terhadap sebuah keberuntungan yang di
nikmati oleh orang lain. Kadang-kadang kita menginginkan keberuntungan yang
sama sehingga kita selanjutnay dibawah kepada dosa menginini.
Kalau begitu apa yang memunculakn
godaan untuk iri hati ? kenyataan bahwa ia menikmati suatu keberuntungan yang
tidak saya miliki. Orang Tua mungkin iri kepada orangtua lainnya yang
anak-anaknya adalah siswa atau atlet yang lebih bagus atau, jika sudah dewasa,
mempunyai pekerjaan yang lebih baik.
b.
Cemburu
Yang sangat dekata
dengan Iri Hati adala Cemburu. Cenburu
sering di defenisikan sebagai tidak mentoleransi kompetisi. Ada alasan-alasan
yang untuk cemburu, seperti ketika seseorang sedang berusaha untuk merebut
pasangan Anda. Allah bahka mengatakan dirinya sebagai Allah yang pencemburu
yang tidak akan mentolerasi penyembahan kepada siapapun atau apapun selain
diri-Nya Kel 20:5. Namun demikian, pencemburuan yang berdosa muncul ketika kita
takut orang lain akan menyaingi atau melebihi kita.
c.
Semanggat
persaingan
Yang berkaitan erat
dengan iri hati dan kecemburuan semanggat persaingan disahkan untuk selalu
menang atau menjadi orang nomor satu dalam bidang apapun yanf kita usahakan.
Semanggat persaingan pada dasarnya adalah suatu ungkapan dari keegoisan.
Semanggat persaingan adalah desakan untuk menang dengan mengorbankan orang
lain. Tentu saja ini berarti tidak mengasihi sesama kita seperti diri kita
sendiri.
Apakah semangat
kompetif adalah sebuah kebikan Kristen Alkitabiah adalah ada kebajikan karna
melalukan yang terbaik misalnya, 2Timo. 2:15.
d.
Menguasai
Iri hati, cemburu, dan semanggat
persaingan semuanya dapat dikelompokan dalam satu kata persekutuan. Bukannya
memandang satu sama lain sebagai sesama anggota tubuh Kristus, kita dapat
dengan mudah tergelincir dengan sikap memandang mereka sebagai para seteru yang
harus kita saingi. Ada satu dosa yang lebih tidak kentara yang dapat kita
masukan kedalam kelompok ini yaitu, dosa berusaha untuk mengendalikan orang
lain untuk kepentingan kita atau untuk mendapat apa yang kita inginkan.