Rabu, 22 Februari 2017

MAKALAH FILSAFAT



MAKALAH

Tugas ini di buat untuk memenuhi persyaratan  

Mata Kuliah :
  "Filsafat Fisika"

Dosen : Pdt. Moody D. Gony, M.A., M.Th




Oleh :

Darman Laia
Nim : 115430


JURUSAN TEOLOGI KEPENDETAAN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI YESTOYA (STTY) MALANG
Jl. Raya Candi Badut No.1-3 (Daerah Perumahan Tidar Permai)
T.A. 2016 / 2017



BAB I
PENDAHULUAN
A.                Latar Belakang

Fisika sepanjang yang telah diketahui di mulai pada Thun sekitar 2400-2000 SM. Ketika kebudayaan harapan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut bintang di angkasa.    Sejak saat itu Fisika terus berkembang di mulai dari zaman prasejarah Sampai saat ini. Perkembnagan ini tidak hanya membawa perubahan didalam bidang dunia. Siapa yang pertama sekali mememukan Ilmu Fisika, tidak ada yang tahu. Dari ribuan bahkan ratusa juta raya ini.
Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang saling  berkaitan, baik secara subtansial maupun historis. Hal itu di karenakan bahwa Ilmu tidak lepas dari sebuah peranan dari Filsafat dan sebaliknya perkembangan ilmah yang memperkuat keberadaan dari Filsafat itu sendiri. Filsafat mengambil peran penting karena dalam Filsafat kita bisa menjumpai pandanga-pandangan tentang apa saja  Kompleksitas, mendiskusikan dan menguji kesahihan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang bisa di pertanggung jawabkan secara Ilmiah dan Intelektual. Dengan Filsafat pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola pikir yang tergantung pada Rasio.
Perubahan dari pola pikir mitos ke Rasoi membawa implikasi yang tidak kecil. Alam dengan segala gejalanya yang selama ini ditakuti sekarang di dekati dan bahkan bisa dikuasai. Perubaha yang mendasar adalah di temukannya hukum-hukum Alam dan teori-teori Ilmiah yang menjelaskan perubahan yang terjadi, baik Alam semesta maupun pada manusia itu sendiri. Oleh karena itu mempelajari Ilmu Fisika membuka cendela Ilmu pengetahuan untuk lebih mengerti, memahami dan dapat memanfaatkan Ilmu untuk kebaikan diri sendiri, orang lain alam semesta terutama agar lebih dekat dengan Tuhan Yesus.

B.            Rumusan masalah

1.      Apa pengertian dari Filsafat dan Fisika ?
2.      Apa hubungan Filsafat dengan Fisika ?
3.      Gagaimana sejarah perkembangan Ilmu Filsafat dengan Fisika ?

C.           Tujuan Penulisan

1.        Agar kita setiap Pembaca mengetahui dan mengerti definisi Filsafat.
2.        Agar kita setiap Pembaca mengetahui benar-benar dan memahami Ilmu Filsafat dan Ilmu Fisika.
3.        Agar setiap kita Pembaca mengetahui dan mengerti Ilmu Filsafat dan Ilmu Fisika pada Yunani Kuno.


BAB II
PEMBHASAN

A.           Filsafat
Filsafat adalah Ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio.  Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang di cita-citakan.[1] Filsafat adalah Ilmu proses berpikir cepat yang benar-benar mencari akar sebab yang mengetahui hasil yang fatal (Original) secepat mungkin.[2]
Filsafat merupakan disiplin Ilmu yang berusaha untuk menujukan batas-batas dan ruang lingkuppengetahuan manusia secara tepat dan lebih memadai. Kemudia kattosoff menyatakan karakteristik filsafat dapat diidentifikasi  sbb:
a.       Filsafat adalah berpikir secara kritis
b.      Filsafat adalah berpikir dalam bentuknya yang sistematis
c.       Filsafat menghasilkan sesuatu yang Runtut
d.      Filsafat adalah berpikir secara Rasional
e.       Filsafar bersifat komprehensif. Jadi berpikir Filsafat mengandung makna berpikir tentang segala sesuatu yang ada secara kritis, sistematis, tertib, rasional, dan komprehensif.[3]
Pengertian Filsafat Menurut Para Tokoh :
Ø  Menurut Harun Nasution Filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (Logika) dengan bebas (tak terikat tradisi, Dogma atau Agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan.
Ø  Menurut Plato (427-347 SM) Filsafat adalah Pengetahuan tentang segala yang ada.
Ø  Menurut Aristoteles (384-322 SM) yang merupakan murid Plato menyatakan bahwa Filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda.
Ø  Menurut Marcus Tullius Cicero  (106-43 SM) Menyatakan bahwa Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha Agung dan usaha untuk mencapainya.
Ø  Menurut Al Farabi (wafat 950 m) Filsuf Muslim terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan Filsafat adalah Ilmu pengetahuan tentang Alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.
1.    Fisika
Fisika (bahasa Yunani : Phisikos, alamiah, dan phisis, Alam) adalah sains atau Ilmu tentang alam dalam naknayang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak atau hidu materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para Fisikawan atau ahli Fisika memmpelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopi yang membentuk segala materi, fisika partikel hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.

Fisika di bagi menjadi Dua yaitu :
*      Fisika Klasik
Adalah Mekanika, listrik magnet, panas, bunyi, optika dan gelombang adalah perbatasan antara fisika klasik dan modern.
*      Fisika Modern
Adalah perkembangan Fisika mulai abad 20 yaitu penemuan teori relativitas dari Einstein.[4]
                                                                   
B.            Hubungan Filsafat dengan Fisika
Hubungan Filsafat dengan Fisika adalah seperti pasukan Marinir dengan pasukan Infanteri ketika hendak menguasai suatu daerah/pulau. Filsafat membuka pantai dan menyiapkan segala yang di perlukan untuk mendarat pasukan Infanteri. Begitu pasukan Infanteri mendarat, mereka akan menyusup masuk dan mengalahkan / menguasai wilayah hingga seluruh daerah /pulau dikuasai. Sedangkan mengalahkan dan menguasai adalah memahami seluruh isi dan dinamikannya.
Setelah pasukan Infanteri mendarat, maka tugas pasukan marinir selesai. Mereka pergi membuka lagi daerah/pulau yang lain.[5]  Daerah/Pulau : materi dan Energi . Pasukan Marinir : Filsafat. Pasukan Marinir : Fisika.
Dengan adanya Filsafat, pola pikir manusia menjadi lebih maju dalam mempelajari Alam. Tidak selamanya teori yang ada akan bersifat Mutlak, tetapi dapat berubah-ubah khususnya Ilmu Sains, sehingga Filsafat berperan penting dalam perubahan-perubahan tersebut sesuai dengan teori dan fakta-fakta yang ada.[6]

1.    Manfaat
a.       Manfaat mempelajari Filsafat dan Fisika :
ü  Filsafat Fisika itu dapat menolong para peneliti dan orang-orang yang peduli tentang Ilmu pengetahuan alam untuk membentuk pemikiran-pemikiran baru dalam bidang Fisika.
ü  Filsafat Fiska dapat menjadi Asas yang terbaik untuk penilaian terhadap perkembangan Fisika dalam arti yang menyeluruh.
ü  Filsafat Fisika dapat menolong dalam memberikan pendalaman pemikiran bagi faktor-faktor penetu dalam perkembangan Filsafat.[7]
C.           Sejarah Perkembangan Filsafat dan Fisika

1.    Sejarah Perkembangan Filsafat
Secara historis kelahiran dan perkembangan pemikiran Yunani Kuno (sistem berpikir) tidak dapat dilepaskan dari keberadaan kelahiran dan perkembangan filsafat, dalam hal ini adalah sejarah filsafat. Dalam tradisi sejarah filsafat mengenal 3 tradisi besar sejarah, yakni tradisi: (1) Sejarah Filsafat India (sekitar2000 SM - dewasa ini), (2) Sejarah Filsafat Cina (sekitar 600 SM - dewasa ini), dan (3) Sejarah Filsafat Barat (sekitar 600 SM - dewasa ini). Dari ketiga tradisi sejarah tersebut di atas, tradisi Sejarah Filsafat Barat adalah basis kelahiran dan perkembangan ilmu sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.
Titik-tolak dan orientasi sejarah filsafat baik yang diperlihatkan dalam tradisi Sejarah Filsafat India maupun Cina disatu pihak dan Sejarah Filsafat Barat dilain pihak, yakni semenjak periodesasi awal sudah memperlihatkan titik-tolak dan orientasi sejarah yang berbeda. Pada tradisi Sejarah Fisafat India dan Cina, lebih memperlihatkan perhatian-Nya yang besar pada masalah-masalah keagamaan, moral/etika dan cara-cara/kiat untuk mencapai keselamatan hidup manusia di dunia dan kelak keselamatan sesudah kematian.[8]
2.    Sejarah Perkembangan Fisika
Fisika adalah sains atau Ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari perilaku da sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (Fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Fisika sering disebut Ilmu yang paling mendasar.[9] Menurut Richtmeyer sejarah Ilmu fisika adalah ada 4 periode yaitu :
a.    Periode pertama
Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550 an. 2400000 SM-599-SM, dibidang astronomi sudah dihasilkan kalender mesin dengan 1 tahun, dan katalog bintang. Dalam teknologi sudah sudah ada peleburan berbagai logam, pembuatan Roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat, pengukuran koin/mata uang.
b.    Periode kedua
Dimulai dari tahun 1550 an sampai tahun 1800an. Periode kedua ini dikembangkan metode penelitian yang sistematis dengan GALILEO di kenal sebagi pencetus metode saintifik dalam penelitian. Diantaranya adalah menghasilkan teori baru pada gerak planet. Newton.. meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang masih sekarang masi dipakai yaitu : Gas, Vibrasi Transversal, termometer, cahaya, kelistrikan.
c.    Periode ketiga
Dimulai dari tahun 1800an – 1890an. Pada periode ini diformullasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal sebutan Fisika Klasik. Periode ini fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam mekanika, fisika panas, Listrik-maknet.
d.   Periode keEmpat
Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang ini. Fisika Modern yang di sedang di kembangkan saat ini tentang Atom, Inti, partikel sub Atomik, molekul, zat padat yang sangat besar parannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.[10]

Ø  Fisika Zaman PurbaKala
Sejak zaman Purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifata dari benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ketanah, mengapa material yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Sejarah fisika dimulai  dari tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudt bintang di angkasa. sejak itu Fisik terus berkembang sampai sekarang ini.[11]
Sejarah fisika telah di mulai pada tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitumg sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu Fisika berkembang sampai sekarang.[12]


BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang saling  berkaitan, baik secara subtansial maupun historis. Hal itu di karenakan bahwa Ilmu tidak lepas dari sebuah peranan dari Filsafat dan sebaliknya perkembangan Ilmiah yang memperkuat keberadaan dari Filsafat itu sendiri. Filsafat mengambil peran penting karena dalam Filsafat kita bisa menjumpai pandanga-pandangan tentang apa saja  Kompleksitas, mendiskusikan dan menguji kesahihan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang bisa di pertanggung jawabkan secara Ilmiah dan Intelektual. Dengan Filsafat pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola pikir yang tergantung pada Rasio.
Dengan Filsafat pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola pikir yang tergantung pada Rasio.
Fisika mempelajari gejala alam yang tidak atau hidu materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para Fisikawan atau ahli Fisika memmpelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopi yang membentuk segala materi, fisika partikel hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Semoga melaui materi ini kita lebih memahami lagi dan lebih mengerti lebih dalam lagi. Mari kita memperdalamnya lagi lebih mendetail.

B.     Kritik dan Saran
Dengan menguvapkan puji syukur kepada Allah yang maha kuasa, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan tugas ini, yang berjudul Filsafat Fisika. Pepenyusun menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih banjyak kekurangannyan, hal ini di karenakan keterbatasan waktu, pengetahuan, dan kemampuan yang di miliki penyusun, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya membangununtuk perbaikan di masa yang akan datang. pada kesempatan ini, penyusun mengucapakan terimakasih kepada teman-teman yanng telah meluangkan waktunya untuk membantu dan sekaligus memberikan motifasi dan langkah-langkah membuat makalah, sehingga bisa terselesaikan dengan baik, Pasti Tuhan membalas amal kebaikannya. Amin.
Dengnan segala pengharapan dan Doa semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca Umumnya.


[2]Darman laia, 
[3]Ading Nashrulloh, juli 2009
[4]Budiyono Asari
[5]Jujun S.S, Filsafat Ilmu, sebuah pengantar populer (jakarta: pustaka sinar harapan 1995), Hal 22-23
[6]Budiyono Asari
[7]Budiyono Asari
[8]Ading Nashrulloh, 27 juli 2009
[9]Widya Megareza 
[10]Richtmeyer
[11]Widya Megareza 
[12]Purnama Sang Penerang

Senin, 20 Februari 2017

LAPORAN BACA BUKU Respectable SINS (Dosa-dosa yang dianggap Pantas) “Oleh JRRY BRIDGES”



LAPORAN BACA BUKU

Respectable SINS (Dosa-dosa yang dianggap Pantas)

“Oleh JRRY BRIDGES”

OLEH :

DARMAN LAIA

NIM : 115430


BAB I
A.    ORANG-ORANG  KUDUS PADA UMUMNYA

Jemaat di korintus benar-benar kacau, baik secara teologis maupun secara moral. Mereka sombong dan suka ngomel, mereka memamaerkan kemerdekaan mereka di dalam kristus. Namun ketika menulis kepada mereka, paulus menyebut mereka sebagai orang-orang kudus. (II Kor. 1:1) atau orang-orang ynag di panggiluntuk menjadi orang-orang kudus (1 kor. 1:2). Maka sekarang ini kita tidak menganggap orang-orang korintus yang kacau balau itu sebagai orang-orang kudus.

Kita mungkkin menyebut mereka duniawi, bersifat kedagingan, atau tidak dewasa, tetapi yang jelas bukan orang-orang kudus. Dalam tradisi katolik Roma, gelar orang kudus di anugrahkan secara anumerta kepada orang-orang kristen yang memiliki karakter dan prestasi yang istimewa. Pengalimatan yang sebenarnya dar sebutan paulus dalam 1 Kor. Adalah kepada orang-orang yang di kuduskan dalam kristus yesus yang di panggila untuk menjadi orang-orang yang kudus (1:2).

Paulus menyatakan, Tuhan kita Yesus kristus sebagai di telah menyerahkan dirinya bagi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan unutk menguduskan bagi dirinya suatu umatnya kepunyaannya sendiri yang rajin berbuat baik (Titus 2:14). Dan dalam 1 Kor. 6:19-20 Paulus berkata kepada kita “kamu bukan milik kamu sendiri, sebab kamu telah di beli”. Seseorang yang telah di beli oleh KRISTU dengan darahnya sendiri di kayu salib dan telah dipisahkan bagi dirinya untuk  menjadi milik bagi kepunyaanya sendiri.

Setiap orang percaya  batu telah di khususkan oleh Allah, dipisahkan bagi Allah untuk di ubahkan menjadi serupa dengan anaknya, Yesus Kristus. Setiap orang percaya adalah Orang Kudus, orang yang telah di pisahkan dari cara hidupnya yang lama yang berdosa dan dikhususkan oleh Allah sementara hidupnya di ubahkan.

Paulus melukiskannya sebagai ‘berbalik’ dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah “Kisah. 26:18” dan sebagian dari keberdaan yang sudah di lepaskan dari kuasa kegelapan dan di pindahakan kedalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih “Kol. 1:13”. Kita di jadikan orang kudus hanya dengan tindakan supernatural yang langsung dari Roh Kudus yang mengerjakan perubahan ini jauh di dalam jauh di dalam keberadaan batin kita sehingga kita sesungguhnya menjadi ciptaan-ciptaan baru di dalam Kristus (2 Kor. 5:17).

Perubhan status ini di gambarkan dalam bentuk nubuatan dalam Yehezakiel 36:26.  Pertempura Gelirya antara daging dan Roh yang digambarkan dalam Gal. 5:17 dijalanin setiap hari orang Kristen. Paulus memulai surat pertamanya di jemaat Korintus dengan menyebut mereka sebagai “Orang-orang yang dikuduskan/dikhususkan oleh Allah” di dalam yesus kristus yang dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus,”Orang-orang yang dikuduskan”. Dalam pernyataan ini paulus dikatakan sebagai orang KUDUS.
Alkitab memiliki sebuah kata untuk perilaku yang tidak pantas bagi seorang kudus. Kata itu adalah Dosa. Kata itu meliputi segala sesuatu dari gosip, hingga perzinahan, dari ketidak sabaran hingga pembunuhan. Tetapi yanng terpenting adalah dosa adalah dosa. Dosa adalah perilaku yang tidak pantas bagi seorang yang kudus. Dosa adalah apa yang dilakukan Orang-orang di luar komunitas-komunitas Kristen kita.

BAB II
A.    MENGHILANGKAN DOSA

Kata Dosa adalah kata yang membuata manusia jatuh dalam Dosa. MS. Witten Kmenyimpulkan tulisannya mengenai cara para pendeta menikapi dosa dengan observasi ini, dalam konteks ini, pembicaraan tentang dosa tampaknya lebih dimengerti sebagai usaha mendapatkan batasan-batasan implisit untuk memisahkan orang-orang dalam yang berada di luar jangkauan evaluasi dengan orang-orang luar yang menjadi target-target dari evalusi, dari pada sebagai usaha mengartikulasikan pengertian-pengertian Teologis mengenai kerusakan natur manusia.

Kita melihat bahwa seluruh konsep tentang dosa telah ampir raib dari budaya Amerika secara umum telah diperhaluskan bahkan didalam banyak Gereza, m untuk mengakomodasi sensibilitas-sensibilitas modern. Bahkan kata-kata Alkitabiah yang tegas untuk dosa telah di hapuskan dari kosa kata kita. Orang lagi tidak melakukan perzinahan tetapi merekan melakukan perselingkuhan. Para eksekutif di perusahaan bukan mencuri tetapi mereka melakukan penipuan.

Mudah bagi kita untuk mengutuk dosa-dosa yang gamblang dan pada saat yang sama hampir mengabaikan dosa-dosa yaitu gosip, kesombongan, iri hati, kepahitan, dan nafsu, atau bahkan tidak ada kualitas-kualitas yang baik itu yang disebut buah Roh oleh Paulus (Gal. 5:22-23). Yak. 2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Ayat itu sulit kita pahami karena kita membayangkan tentang hukum-hukum individual dan sanksi-sanksi indidualnya. Tetapin hukum Allah tidak mengenal batasan.

Alkitab tidak bebrbicara tentang hukum-hukum Allah, seolah-olah jumlahnya banyak,  tetapi tantang hukum Allah sebagai satu keutuhan tunggal. (Efesus 4:29). Yesus berkata bahwa barang siapa membunuh dan barang siapa marah terhadap saudaranya sama-sama harus dihakimi (Mat. 5:21-22). Kebenarannya adalah semua dosa serius karena semua dosa berarti melanggar perintah Allah. Rasul Yohanes menulis : Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. (1 Yoh. 3:4). Dosa bukan saja merupakan pelanggaran terhadap sebuah perintah tunggal, dosa berarti pengabaian sepenuhnya terhadap hukum Allah, penolakan yang di sengaja terhadap kehendak moralnya demi memenuhi keingina-keinginan pribadi seseorang. Tetapi Alkitab sepertinya tidak membedaka keduanya. Sebaliknya, Alkitab hanya berkata dosa yaitu : semua dosa tanpa kecuali adalah pelanggaran hukum.

Dalam budaya Yunani dosa aslinya berati melenceng dari sasaran, maksudnya tidak mencapai pusat sasaran. Yakobus menulis “Setiap orang dicobai ketika Ia diseret dan di pikat oleh keinginannya sendiri”(1:14). Dosa-dosa yang kita maklumi di dalam kehidupan kita adalah serius dimata Allah. Filipi 4:6, semuanya ini dipandang serius Oleh Allah. rasul Paulus menekankan, “Terkutulah orang yang tidak taat kepada sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum taurat, dan melakukannya. (Galatia 3:10). Paulus melanjutkan untuk menyakinkan kita bahwa Kristus telah menebus dosa-dosa kita (Galatia 3:13).

Intinya adalah seluruh dosa kita, dimanpun posisi kita dalam spektrum kesadaran pribadi terhadap hal itu dalam hidup kita, bersifat tercela dalam pandangan Allah dan pantas di hakimi Olehnya. Tetapi Allah belum meninggalkan kita. Bagi mereka yang adalah orang-orang percaya yang sejati, Allah masih menjadi Bapa surgawi kita, dan ia sedang bekerja di antara kita unutk memanggil kita kepada pertobatan dan pembaruan.


BAB 3
KEGANASAN DOSA
Kanker! Kata kanker adalah kata yang di takuti, kata yang sering membangkitkan perasaan putus asa dan kadang-kadang bahkan perasaan tidak berpengharapan. Istilah lain untuk kanker adalah keganasan. Secara medis, kata Ganas menggambarkan suatu tumor yang potensi pertumbuhannya tidak terbatas yang menyebar secara lokalkedalam jaringan-jaringan yang berhubungan dengan Invansi dan secara sistemik menjalar kedalam bagian-bagian tubuh lainnya. Jika di biarkan, sebuah tumor  ganas cenderung untuk merembes  dan menjalar keseluruh tubuh  dan pada akhirnya menyebabkan kematian.
Dosa adalah tumor Ganas spiritual dan moral. Jika di biarkan, dosa dapat menyebar keseluruh keberadaan batin kita dan mencemari setiap bagian hidup kita. Bahkan lebih buruk lagi, dosa seringkali akan menjalar dari kita ke dalam kehidupan orang-orang percaya lain di sekeliling kita.  Paulus berkata dalam suratnya : Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi hanya perkataan baik untuk membangun, bilamana perlu, supaya perkatan itu dapat membawa kasih karunia bagi mereka yang mendengarnya. (Efesus 4:29).
Perkataan kita, entah tentang orang lain, cenderung menghancurkan atau membangun. Perkataan kasih karunia kepada mereka. Seperti itulah kekuatan dari kata-kata. Jika kita menggosipkan/bergosip orang lain maka kita termasuk menghancurkan orang lain sekaligus mencermati pikiran dari pendengaran kita.
Dosa adalah sebuah prinsip atau kekuatan moral di dalam hati kita, keberadaan batin kita. Perbuatan atau kata-kata, dan pikiran-pikiran kita yang berdosa semata-mata adalah ungkapan dari prinsip Dosa yang menetap di dalam diri kita, bahakn di dalam diri kita yang telah di perbaharui. Rasul Paulus menyebut Prinsip ini Daging, atau ‘Natural yang berdosa’ prinsip ini yang disebut Daging adalah sungguh-sungguh merupakan realitas sehingga Paulus mempersonifikasikannya (Misalnya, Roma 7:8-11, Galatia 5:17).
Keberadaan yang tidak ditutup-tutupi yang perlu kita camkan. Sekalipun hati kita sudah di perbaharui, sekalupun kita sudah dibebaskan dari kekuasaan absolut dari dosa, sekalipun Roh kudus Allah berdiam didalam tubuh kita, prinsip dosa ini masih mengintai didalam diri kita dan melencarkan peperangan terhadap jiwa kita.
Kita sebagai orang-orang percaya mari kita Efaluasikan di dalam hidup kita masing-masing kanker dan perilaku kita berdasarkan budaya disekeliling kita. Karena kita biasanya hidup menurut suatu standar moral yang lebih tinggi dari pada masyarakat yang Umum, mudah bagi kita merasa nyaman dengan diri kita dan untuk berasumsi bahwa Allah merasa jiga sedemikian.
Salah satu keberadaan mengenai kanker adalah bahwa kanker seringkali dapat bertumbuh tanpa terdeteksi hingga mencapai tahap krisis atau bahkan suatu tahap yang bersifat mematikan. Ralph Venning, penulis dari The Sinfulness Of Sin menggunakan kata yang hidup / positif tentang Dosa. Beliau mengatakan bahwa dosa itu Busuk, buruk rupa, Menjijikan, ganas, mewadah, merusak, seram, pendengki, beracun, dapat membinasakan, keji, menimbulkan kebencian, dan mematikan.
Pikiran tentang dosa-dosa yang di maklumi berikut ini, seperti ketidak sabaran, kesombongan, amarah, Frustrasi, dan sikap mengasihani diri. Dalam Yesaya 6:1-8, ia mendengar para malaikat berseru, “Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan semesta Alam, seluruh bumi, penuhi kemuliaan-Nya. Orang Yahudi menapun sudah akan mengerti bahwa pengulangan tiga kali dari kata kudus dimaksudkan untuk melukiskan derajad kekudusan tertinggi yang mungkin dilukiskan.
Secara prinsip kata kudus, bila digunkan untuk Allah, mengukapkan tentang kemuliaannya yang tidak terbatas dan transenden. Kata itu mengukapkan tentang pemerintahannya yang berdaulat atas segala ciptaannya. Secara Gablang, dosa kita adalah suatu serangan terhadap pemerintahan Allah yang mulia dan berdaulat.
Allah mengetahui setiap pikiran kita, ia mendengar perktaan kita bahkan mengucapkan dan melihat setip perbuatan kita. Ia bahkan menyelidiki motif-motif kita, sebab paulus menulis bahwa ketika Tuhan datanng, Ia akan menyngkapkan maksud-maksud /motif-motif hati (1 Korintus 4:5). Jika kita meminta Ampun lepada Tuhan dan berserah kepda Tuhan Maka Tuhan aka mengampuni dosa kita karena darah kristus yang tercurah, tetapi ia tidak memakluminya.


BAB 4
OBAT UNTUK DOSA
John Newton,  dia adalah seorang pedagang budak dan kepten sebuah kapal yang mengakut orang-orang Afrika yang di tangkap ke Amerka. Ia meninggkalkan kehidupan mengaruni lautan, menjadi seorang pegawai pajak, belajar Teologi dan akhirnya menjadi Pendeta. Di akhir Hidupnya, Newton berkata kepada seorang teman, “Ingat saya hampir pudar, tetapi saya mengingat dua hal, bahwa saya adalah seorang pendosa besar, dan bahwa kristus adalah Jurus selamat yang besar.
 Saul dari tarsus, yang menjadi rasul Paulus juga bersalah karena Dosa-dosa yang mengerinkan, (Kis. 7:54, 8:1, Kis. 9:1-2). Paulus menggambarkan dirinya pada masa-masa yang lalu itu sebagai ‘seorang penghujat, penganiaya, dan musuh yang Ganas, terhadap kristus. (1 Timotius 1:13). Konteks yang sama mengatakan Yesus datang kedunia untuk menyelamatkan Orang-orang berdosa, di antara mereka akulah  yang paling besar, (1 Timotius 1:15).
Newton dan Paulus bertumbuh dalam karakter yang menyerupai kristus.semakin lama hidup mereka berdua semaiin menyatakan keberadaan mereka sebagianorang-orang Kudus ketika bertobat. Tetapi proses pertumbuhan itu meliputi semakin menyadari dan sensitif kepda ekspresi-ekspresi daging yang berdosa yang masih berdiam didalam diri mereka. Dan karena itu John Newton dapat dengan mudah berkata “Aku dulu adalah dan masih adalah seorang pendosa besar tetapi aku memilih seorang Juruselamat  besar.
Obat untuk Dosa kita, entah dosa yang memalukan atau dapat di terima, adalah Injildalam Skopnya yang terluas. Agustus Topladiy “Rock Of Ages” berkata ‘kiranya air dan darah, yang mengalir dari tubuhmu yang terpecah, menjadi obat yang memiliki khasiat ganda untuk Dosa, bersihkanlah aku dari kesalahan dan kuasanya. Dalam hidup ini kita perlu melakukan Injil, memperhatikan seksam, ada beberapa alasan melakukanya. Pertama, Injil hanyalah untuk orang-orang berdosa. Kristus yesus datang kedunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa (1 Tim. 1:15).
Fungsi pertama dari Injil, sebagi obat untuk dosa-dosa kita, adalah untuk membajak tanah hati kita agar kita dapat melihat dosa kita. Paulus berkata “Berbahagialah orang-orang yang di ampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya, berbahagialah manusia yang kesalahan nya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya” (Roma 4:7-8). Injil memotifasi dan menyemangati kita untuk menyelesaikan dosa kita. Ika kita ingin bertumbuh dalam karakter yang menyerupai kristus, kita juga mneghadapinya, istilah Alkitab kita harus mematikannya (Roma 8:13, Kolose 3:5)
Jaminan bahwa Allah tidak memperhitungkan dosa saya kepada saya mengerjakan dua hal, pertama jaminan itu meyakinkan saya bahwa Allah ada di pihak kita bukan memusuhi kita “ Roma 8:31”.  Untuk menngkhotbahkan kepada diri saya :
1.      . Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita (Mazmur 103:12)
2.      Aku, Akulah dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena aku sendiri, dan aku tidak mengingat-ingat dosamu “Yesaya 43:25”
3.      Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian “Yesaya 53:6” dan masih banya Ayat lainnya.

BAB 5
KUASA ROH KUDUS
            Kidung dari Augustus Toplady berbicara tentang “Khasiat Ganda” artinya pembersihan dari kesalahan dan kuasa Dosa. Allah memang membersihkan kita dari kesalahan Dosa melalui kematian Anak-Nya. Allah bukan karena mengampuni karena ia ingin berbelas kasihan kepada kita.
 Ia mengampuni karena keadilan-Nya telah di puaskan. Pengampunan mutlakuntuk Dosa-dosa kita sam teguhnya dengan realitas historis dari kematian Kristus. Kidung dari Toplady tidak hanya berbicara tentang pembersihan dari kesalahan dosa tetapi juga dari kuasanya.
Paulus menolong kita untuk melihat kedua tahap pembahasan dalam (Roma 6:2 Kita telah mati terhadap dosa. Dan Ayat 8 Kita telah mati bersama Kristus). Artinya melalui persatuan kita dengan Kristus dalam Kematian-Nya, kita telah mati, bukan hanya terhadap kesalahan dosa tetapi juga terhadap kuasa pemberitahuannya dalam hidup kita. Setiap orang percaya dan di genapi pada saat kita di selamatkan ketika Allah membebaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kedalam kerajaan Anak-Nya (Kolose 1:13).
Pernyataaan Paulis bahwa “ kita telah mati terhadap Dosa” merupakan sebuah pernyataan deklaratif. Yang dinyatakan  adalah sesuatu yang telah Allah lakukan untuk kita pada saat kita diselamatkan. Paulus mendesak kita “Hendaklah dosa jangan berkuasa lagi didalam tubuh-Mu yang fana”, supaya jangan lagi kamu menuruti keinginannya (Roma 6:12). Bagaima mungkin dosa dapat berkuasa jika kita sudah mati terhadapdia.
            Dosa dapat dikatakan, terus melancarkan perang gerilnya rohani didalam diri kita. Peperangan ini digambarkan oleh Paulus dalam Galatia 5:17. Keinginan Daging berlawanan dengan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging sehingga keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Paulus berkata Dalam Galatia 5:16 “Maksudku ialah, berjalan oleh Roh, dan kamu tidak akan menuruti keinginan-keinginan daging,” berjalan oleh Roh berarti hidup dibawah kendali Roh dan bergantung padanya. Saat kita berusaha berlajan oleh Roh, lembar laun kita akan melihat Roh bekerja di dalam kita dan melalui kita unruk membersihkan kita dari kuasa dosa yang masih ada didalam kehidupan kita. Kita tidak akan mencapai kesempurnaan dalam hidup ini, tetapi kita akan melihat kemajuan.
Cara Roh kudus bekerja didalam hidup kita dan melalui kita adalah sebuah misteri dalam pengertian bahwa kita tidak dapat memahami atau menjelaskannya. Kita hanya menerima kesaksian Alkitab bahwa ia berdiam didalam diri kita dan sedang bekerja didalam kita untuk mengubah kita menjadi semakin menyerupai Kristus (2 Korintus 3:18).
            Salah satu cara Roh Kudus bekerja dalam diri kita adalah dengan menginsyafkan akaan Dosa. Artinya, ia membuat kita mulai melihat ke egoisan kita, ketidak sabaran kita, atau sikap menghakimi sebagai dosa-dosa yang sebenarnya.  Ia berjalan melaui Alkitab untuk menegur dan mengoreksi kita (2 Timotius 3:16).

BAB 6
PETUNJUK – PETUNJUK UNTUK MENANGANI DOSA
Rasul Paulus menulis bahwa kiata harus “ Mematikan” berbagai ekpresi Dosa dalam hidup kita (Roma 8:13, Kolose 3:5). Ada beberapa petunjuk-petunjuk umum yang berlaku unutk semua dosa kita yang tidak setara, yang pertama adalah bahwa kita harus selalu menyelesaikan Dosa kita dalam konteks Injil. Yang kedua adalah bahwa, saat bergatung pada Roh kudus, kita juga harus mengenali tanggung jawab kita untuk dengan rajin mempraktekkan semua langkah praktis untuk menyelesaikan Dosa-dosa kita.
Yang ketiga adalah bahwa kita harus mengenal bidang-bidang spesifik dari dosa-dosa yang di maklumi. Yang ke Empat adalah bahwa kita harus menerapkan Ayat-ayat Akktab yang tepat dan spesifik untuk setiap Dosa-dosa terselubung kita.
Paulus menuliskan Dalam Kolose 2:13-14 “Allah telah mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan sutar utang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengacam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayub salib. Allah tidak hanya telah mengampunidosa-dosa kita, Ia juga telah memperhitungkan kebenaran Kristus kepada kita. Dalam setiap bidang kehidupan kita sudah tidak taat, Yesus sudah taat secara sempurna.
Selam tiga puluh tiga tahun, Yesus hidu didalam ketaatan yang sempurna kepada kehendak moral Allah, dan kemudian Ia mengkulminasikan ketaatan itu dengan taat kepada kehendak Bapa yang spesifik untuk dirinya, ketaatan sampai mati di kayu Salib untuk dosa-dosa kita. Saat kita berjuang untuk mematiakn dosa-dosaterselubung kita, kita harus selalu mengingat kedua kebenaran ini, dosa-dosa kita diampuni dan kita diterima sebagai orang benar oleh Allah karena kehidupan yang tidak berdosa dan kematian yang menanggung dosa dalam kehidupan kita selain realisasi dari kedua kebenaran yang agung dari injil ini.
Tetapi penting mengkhususkan dosa sebagai salah satu pentujuk utama kita untuk menghadapi dosa, sebab melalui doalah kita secara sadar mengakui kebutuhan kita akan Roh kudus, dan melalui doalah kita terus menerus mengakui khadiran dari pola-pola dosa yang bercokol dalam kehidupan kita.
Doa-doa untuk dosa-dosa terselubung kita harus lakukan dengan dua cara: pertama adalah kita harus berdoa secara terencana dan kosisten, mungkin dalam waktu pribadi kita bersam dengan Allah setiap hari.  Kedua kita harus menaikikan dosa-dosa spotan yang singkat untuk memohon pertolongan roh kudus setiap kali kita menjumpai situasi-situasi yang mungkin memicu salah satu dari dosa-dosa kita.
Kita membutuhkan keterbukaan dan kesediaan untuk mempertanggungjawabkan hidup kepada satu sama lain, seperti juga saling mendoakan dan saling mendorong, jika kita ingin mencapai kemajuan dalam memngatasi dosa. Apakah semua petunjuk ini tempatnya terlalu berat? Jika ya, mungkin rangkuman ini akan membantu :
*      Terapkan injil
*      Bersandar pada Roh kudus
*      Kenali tanggung jawab Anda
*      Kenali dosa-dosa spesifik yang dimaklumi
*      Hafalkan dan aplikasikan ayat-ayat Alkitab yang tepat
*      Tumbuhkan kebiasaan berdosa
*      Libatkan satu atau beberapa orang percaya.


BAB 7
KEFASIKAN

Kesombongan adalah akar penyebab dari semuaya termasuk kefasikan, iri Hati dan laia-laia. Dosa itu adalah Kefasikan, dan kita semua bersalah dalam derajat tertentu. Dalam benak kita, orang-orang yang fasik adalah mereka yang sungguh-sungguh hidup dalam kedurhakaan. Bertentangan dengan apa yang umumnya kita pikirkan, kefasikan dari kelaliman tidaklah sama. Seseorang mungkin seorang warga Negara baik dan terhormat dan tetap menjadiseorang yang Fasik. Rasul Paulus Menulis dalam Roma 1:18 “Murka Allah nyata dari surga terhadap segala kefasikan dan kelaliman.”
Kefasikan melukiskan suatu sikap terhadap Allah. Sedangkan kelaliman merujuk kepada perbuatan-perbuatan yang berdosa dalam pikiran, perkataan atau perbuatan. Seorang Ateis atau orang yang mengaku sebagai sekularis jelaslah seorang yang fasik, tetapi begitu juga dengan banyak orang yang bermoral baik, sekalipun mereka berkata mereka percaya kepada Allah.
Kefasikan dapat didefinisikan sebagai menjalani kehidupan sehari-hari dengan sedikit atau tanpa berpikir tentang Allah, atau tentang kehendak Allah, Kemulian Allah, atau tentang kebergantungan seseorang kepada Allah. Jadi kita dapat langsung melihat bahwa, seseorang dapat menjalani kehidupan yang terhormat dan tetap fasik dalam pengertian bahwa Allah pada hakikatnya tidak relefan dalam kehidupannya.
Aktifitas kita yang Umum, mereka mungkin ramah, sopan dan bahkan suka menolong orang lain, bahkan serinng datang ke Gereja setiap hari sekalipun, tetapi Allah sama sekali tidak ada dalam pikiran mereka, mereka bukan orang-orang durhaka tetapi mereka orang Fasik. Jadi sekarang mari kita bergantung kepada Allah Yakobus mengatakan bahwa Hai kamu yang berkata “hari ini atau besok kami berangkat kekota Anu, dan disan kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung,” sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidup-Mu? Hidup itu sama seperti Uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnyakamu harus berkata “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan Hidup dan berbuat ini dan itu” (Yakobus 4:13-15).
Yakobus menegur mereka adalah jangan merencanakan yang tidak mengakui kebergantungan mereka kepada Allah. Tetapi mari kita berpikir pertanggungjawaban hidup kepada Allah dan tanggung jawab kita untuk hidup menurut kehendak moralnya seperti yang diwahyukan kepada kita dalam Alkitab. Dalam Yakobus juga menulis bahwa Kita jangan berhenti-henti Berdoa, supaya hidup kita tetap saleh dihadapan Tuhan.
Hai Hamba-hamba, taatilah tuanmu didunia ini, dalam segala hal, jangan hanya diihadapan mereka untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus Hati karena takut akan Tuhan. Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuahan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima warisan itu sebagai upahmu. Kamu sedang melayani Kristus Tuhan (3:22-24). Nasihatnya adalah suntuk “Bekerja dengan sungguh-sungguh, seperti untuk Tuhan bukan unruk Manusia ayat 23 memberikan kepada kita suatu prinsip yang harus diterapakan untuk hidup saleh dalam konteks panggilan dalam profesi kita.
Jadi mari kita melakukan segalanya untuk kemuliaan Allah? Artinya adalah :
Ø  Segala yang kita kerjakan/lakukan agar berkenan di hadapan Allah
Ø  Kita ingin supaya Allah tetap berkenan segala aktifitas-aktifitas kita sehari-hari (Umum)
Ø  Kita juga ingin tetap berdoa agar Roh Kudus tetap meminpin setiap pikiran2 kita, perkatan2 kita, tindakan-tindakan kita.
Ø  Melakukan segalanya untuk kemuliaan Allah artinya adalah kita rindu agar seluruh aktifitas kita sehari-hari akan memuliakan Allah di hadapan orang lain.
Yesus berkata “Sama halnya, hendaklah terangmu bercahaya dihadapan orang lain, supaya mereka boleh melihat pekerjaan-pekerjan baikmu dan memuliakan bapamu yang di sorga” (Matius 5:16). Pemazmur menulis “Seperti Rusa merindukan sungai yang mengalir, begitulah jiwaku merindukan engkau, ya Allah, jiwaku haus akan Allah. Akan Allah yang hudup. Kapankah aku akan datang dan berdiri di hadapan Allah. (42:2-3).  Mazmur 63:2, Daud berbicara tentang kehausan akan Allah dan usahanya yang sunggu-sunggu untuk mencari Dia. Mazmur 27:4, Ia ingin berdiam dalam hadirat Allah supaya dapat ia menyaksiakan keindahannya. Itulah kerinduan orang-orang saleh pada zaman dulu.
Bagi orang yang saleh adalah, Allah adalah Pusat dan Titik fokaldari Hidupnay. Kesalehan total dan kefasikan total adalah ujung yang berlawanan dari suatu kisaran. Tetapi mari kita tetap teguh kepada Allah dan tetap berdoa agar Allah menjadikan kita lebih peka, terhadap fakta bahwa kita menjalanin setiap momen setiap hari dihadapan matanya yang maha melihat. Meskipun kita mungkin tidak memikirkan Dia, Dia sudah pasti memperhatikan kita dan melihat setiap perbuatan yang kita lakukan, mendengar setiap perkatan kita, mengetahui setiap pikiran kit, (Mazmur 139:1-4). Karena itu marilah kita sungguh-sungguh memperhatikan Dia seperti Dia sungguh-sungguh memperhatikan kita.

BAB 8
KEGELISAHAN DAN FRUSTASI
Hidup ini sering kali sulit, dan terkadang menyakitkan. Dan tentunya ada beberapa tingkat kesulitan yang berbeda-beda dan dapat dkatakan tingkat penderitaan yang berbeda. Kesulitan biasanya terjadi dalam aktivitas-aktivitas dan tanggung jawab-tanggung jawab hidup sehari-hari, sedangkan penderitaan mungkin di munculkan oleh peristiwa-peristiwa yang luar biasa.
v  KEGELISAHAN
Ada beberapa ciri khas kristen dalam PB adalah Dua puluh tujuh contoh bahwa Kasih adalah yang paling di ajarkan, sekitar Lima Puluh kali. Dan kerendahan Hati tercatat yaitu Empat Puluh kali. Lawan dari percaya Allah adalah kegelisahan atau Frustrasi, dan Yesus bnyak berbicara tentang Kegelisahan. (Matius 6:25-34), diman ia mengatakan Enam kali kata kegelisahan.
Ungkapan lain yang digunakan Yesus hubungan dengan kegelisahan adalah “Jangan takut” (Matius 10:13, Lukas 12:7). Paulus mengutip nasihat tentang kegelisahan ini dengan kata-katanya dalam (Filipi 4:6, jangan Gelisah tentang apapun juga. Dan Petrus menambahkan nasihatnya “Serahkanlah segala kekuatiran-Mu, kepada-Nya, sebab ia yang melihat kamu (1 Petrus 5:7).
Kegelisahan adalah Dosa karena Dua alasan:
1.      Ketidakpercayaan dengan Allah (Matius 6:25-34)
2.      Kurangnya penerimaan terhadap pemeliharaan Allah dalam hidup kita.
Kegelisahan adalah salah satu pencobaan yang paling bertahan dalam hidup kita. Jadi dalam hidup kita ini salah satu tanda dari kedewasaan Kristen yang harus di usahakan oleh seseorang percaya Allah, suatu persetujuan tanpa protes kepada kehendak Allah yang didasarka pada suatu kepercayaan kepada hikmat, kekudusan, kedaulatan, dan kebaikannya.
 Sehingga ketika kita melakukanya maka kita akan terhindar dari kekecewaan. Mempercayai pemeliharaan Allah buakn berarti kita tidak perlu mendoakan hasil akhirny. Paulus berkata supaya kita tidak gelisah disertai dengan instruksiuntuk berdoa tentang  situasi apapun yang sedang mencobai kita untuk menjadi gelisah (Filipi 4:6).
v  KEKHAWATIRAN
Kekhawatiran adalah sinonoim untuk kegelisahan. Dalam Alkitan New International Version, Yesus berkata, “Karena itu jangan khawatir tentang hari Esok” (Matius 6:34). Dalam hal ini adalah kita harus sunggu-sungguh memiliki janji-janji Allah dan pelayanan dari Roh kudus untuk menolong kita dalam masa-masa sulit ini.
Yesus berkata bahwa Allah tidak melupakan seekor burung pipit pun Lukas 12:6, Tapi, betapa jauh lebih lagi anda, anaknya sungguh-sungguh menjadi perhatian pribadinjya. Allah menghargai pergumulan-pergumulan kita, dan Roh kudus akan menolong kita. Hal yang penting adalah kita berusaha memuliakan Allah melalui iman klita, sekalipun Iman kita lemah dan memudar, bukan menghina dia dengan ketidak percayaan yang terang-terangan.
v  FRUSTRASI
Yang mirip dengan kegelisahan adalah dosa Frustrasi. Kegelisahan mencakup ketakutan, Frustrasi biasanya mencakup keadaan kesal atau bahkan marah apapun atau siapapun yang sedang menghalangi rencana-rencana kita. Sesungguhnya, reaksi seperti ini berakar dari kefasikan kita pada saat itu, sedang pada waktu itu kita sedang hidup seolah-olah Allah tidak terlibat dalah kehidupan atau sitiasi kita.
Dalam Frustrasi, kita cenderung untuk tidakberpikir tentang Allah sama sekali. Sebagai gantinya kita memutuskan atau kita fokus pada penyebab langsung dari frustrasi kita. Bagian dari Alkitab yang sangat menolong kita menghadapi Frustrasi adalah Mazmur 139:16, “Segala hari yang ditentukan bagiku tertulis dalam kitab-Mu sebelum ada satupun yang terjadi” (NIV).
Jadi ketika terjadi seseutu yang cenderung membuat saya Frustrasi, kita harus benar-benar mengucapkan Mazmur 139:16 kepada diri kita dan kemudian berkata kepada Allah, situasi ini adalah bagian dari rencana-Muuntuk hidup kita hari ini. Tolong saya untuk harus bisa merespon dengan Iman dan dengan sustu cara yang memuliakan Allah kepada kehendak-Mu yg memelihara.  Dan kemudian tolong saya berikan ke[da saya Hikmat untuk mengetahui cara untuk menghadapi situasi yang cenderung menimbullkan Frustrasi. Ingat bahwa sekalipun kegelisahan dan frustrasi mungkin tidak serius perzinahan, keduanya tetap adalah Dosa. Dan semua dosa dianggap serius di mata Allah yang kudus.

BAB 9
KETIDAK PUASAN
Kegelisahan adalah ketidak pastian yang menangkutkan dalam menghadapi masa depan, entah yang bersifat jangka pendek (seperti dalam perjalanan penerbangan saya), atau jangka panjang, seperti yang mungkin timbul karen kehilangan pekerjaan. Subjek dari Bab ini adalah ketidak puasan yang berdosa yang secara negatif mempengaruhi relasi relasi kita dengan Allah.
            Ada beberapa contoh dari keadan-keadan yang tidak berubah itu :
*      Pekerjaan yang tidak memuaskan atau kecil upahnya
*      Keadaan lanjang sampai memasuki usia paruh baya atau lebih
*      Ketidak mampuan untuk melahirkan anak-anak
*      Pernikahan ynag tidak bahagia
*      Cacat-cacat fisik
*      Kondosi kesehatan yang selalu buruk
Selain-situasi kehidupan yang sungguh-sungguh menyakitkan, penyebab ketidak puasan kita kadang-kadang malah berupa hal-hal kecil. Situasi apapun yang mencobai kita untuk menjadi tidak puas, dan betapapun beratnya situasi itu, kita perlu mennyadari bahwa ketidakpuasan adalah Dosa. Kita begitu terbiasa untuk meresponi situasi-situasi yang sulit dengan kegelisahan, frustrasi atau ketidakpuasan sampai kita menganggap ketiganya sebagai reaksi normal terhadap berbagai perubahan kehidupan.
Kita kembali kepada kefasikan kita sebagai akar penyebab dari dosa-dosa kita. Kita jangan memakluminya dalam hidup kita hampir berpikir dua kali, itu menjadikan dosa-dosa tersebut lebih berbahaya karena, selain dosa yang mendasar itu sendiri, dosa-dosa itu mendasar itu sendiri, dosa-dosa itu dapat membuka pintu hati kita kepada dosa-dosa yang lebih besar. Ketidak pusan misalnjya, dapat dengan mudah memimpin kepada lemarahan atau kepahitan kepada Allah atau orang lain.
Kita dapat pasrah kepada situasi-situasi yang kita tahu tidak akan pernah berubah namun tetap menyimpan suatu ketidak puasan yang berkporban dalam hati kita.
Tuhan kita bersedia untuk, menerima apa yang kita berikan tiadak memiliki apa yang tidak kita berikan, melepaskan apa yang kita ambil. Tema itu adalah pentingnya kepercayaan teguh kepada kedaulatan, hikmat, dan kebaikan Allah dalam segala situasi kehidupan kita. Entah situasi itu bersifat jangka pendek atau jangka panjang, kemana pun kita untuk meresponnya dengan cara yang memulikan Allah dan menyenangkan Allah betagantung pada kemampuan dan kesediaan kita untuk membawa kebenaran-kebenaran ini untuk di terapakan dalam situasi-situasi itu.
Dan kita haru melakukan hal ini dengan iman artinya, kita harus percaya bahwa pengajaran Alkitab tentang atribut ini sungguh-sungguh benar dan bahwa Allah telah menjadikan atau menginjikan keadan-keadaan yang sulit ini dalalm hidup kita untuk kemuliaan-Nya dan untuk kebaikan ter tinggi kita.


BAB 10
TIDAK BERSUKUR
Secara rohani, kondosi kita dulu jau lebih buruk dari pada penyakit, penyakit kusta secra jasmania. Kita mati secra rohani . kita menjadi budak-budak dari dunia, dari setan, dari nafsu-nafsu dari natur kita seniri. Kita pada dasarnya harus di murkai oleh Allah. Tetapi Allah, oleh rahmatnya dan kasihnya yang besar, mengulurkan tangannya kepad kita dan memberi kira kehidupan rohani (Efesus 2:1-5). Ia mengampuni dosa_dosa kita melalui kematian anaknya dan menyelibungi kita dengan kebenaran yang tidak bercacat dari Yesus sendiri.
Tindakn kristus memberikkan kehidupan rohani kepada kita merupakan suatu mujjat yang jauh lebih besar, dan berkat_berkatnya jauh lebih besar dari kesembuhan dari penyakit kusta. Sedangkan Anda berhenti mengucap sukur kepda Allah karena melepaskan Anda dari kerajaan kegelapan dan memindahkan anda ke dalam kerajaan Anaknya.
Dan jika anda telah mengucap sukur, apakah ucapan sukur itu hanya di bibir saja, seperti beberapa orang yg mengucap sukur sebelum makan, apakah ucapan sukur adalah suatu ungkapan dari rasa sukur yang sepenuh hati atas apa yang telah Allah lakukann untuk anda dalam kristus.
Seluruh hidup kita harus menjadi kehidupan yang terus-menerus mengucap sukur. Itu berarti bahwa setiap nafas yang kita hirup adalah karunia dari Allah. Efesus 5:20, kata selalu dan segala sesustu itu berarti seluruh kekhidupan kita harus menjadi kehidupan yang terus-menerus mengucap sukur.
Dalam Roma 1:18-32, Paulus memberikan suatu gambaran yang hiduup tentang kemerosokan moral dari masyarakat Kafir pada masa itu, menjelang akhir dari gambaran itu Paulus menulis, sekalipun mereka mnegenal Allah, mereka tidak memulikan dia sebagai Allah atau mengucap sukur kepadanya, tetapi mereka menjadi sia-sia, danHati mereka yang bodoh itu dijadikan gelap.
Kegagalan untuk memuliakan Allah atau mengucap sukur kepda Dia jelas merupakan kareakteristik dari budaya masa kini. Tetapi kita turut bersumbngsi jika bersam dengan masyarakat seacara luas, kita gagal untuk menaikan ucapan sukur yang selayaknya diterimanya.
DALAM SEGALA KEADAAN
Dalam 1 Tesalonika 5:18, Paulus menulis, mengucap sukurlah pada Allah dalam segala keadaan : sebab inilah kehendak Allah di dalam kristus Yesus untuk kamu. Jadi dalam situasi-situasi yang tidak berjalan seperti yangn kita harapkan, kita harus mengucap sukur kepda Allah supaya ia menggunakan situasi itu dengan cara tertentu untuk menumpulkan karakter kristiani. Jadi dengan Iman kepada janji Allah dalam Roma 8:28-9, kita mentaati perintah dari 1 Tesalonika 5:18 untuk mengucap sukur dalam keadaan itu. Sementara kita berada di tenga situasi yang sulit, kita memiliki janji dari ayat 38-39, bahwa tidak ada sesuatu pun, termasuk situasi yang sedang kita hadapi yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah.
Kita harus berpegang pada  janji ini dengan Iman. Kita memiliki dua jaminan untuk mengucap sukur dalam keadaan itu. Pertama, dengan Iman kita percaya Allah sedang menggunakan atau akan menggunakan kesulitan spesifik itu unutk membentuk kita semakin menyerupapi Yesus.
Kedua, kita memiliki jaminan bahwa bahkan ditengah kesulitan itu kita diliputi oleh kasih Allah. Jadi pengucapan syukur dalam situasi yang mengecewakan atau sulit harus selalu di lakukan dengan Iman kepada janji-janji Allah. Pengucappa sukur ini tidak bisa hanya dilakukian dengan mengandalkan tekad semata.
            BABA 11
KESOMBONGAN
Kesombongan adalah kita dapat melihatnya di dalam diri orang lain tetapi tidak didalam diri kita. Karena itu kamu yang mengajar orang lain, apakah kamu tidak mengajar dirimu.
MENGAGAP DIRI BENAR SECARA MORAL
Kesombongan orang faris dalam perumpamaan Yesus, Yesus adalah kesombongan yang disebut mengagam diri benar secara moral. Kesombongan ini terwujud dalam perasaan superioritas moral terhadap dalam bidang apapun dia memiliki sikap mengagap dirir benar secaran moral. Lalu bagaimanakah kita menghindari dosa menganggap diri benar?
Dengan mengusahakan rendah hati yang berdasarkan pada kebenaran bahwa saya ada sebagai mana saya ada hanya karena Anugra Allah. Khususnya jika kita orang-orang percaya yang berusaha untuk hidu benar secaara moral itu karna hanyakAnugrah Allah sudah menguasai kita.
Sesungguhnya tidak ada seorangpun yang benar secara moral. (Mazmur 51:7). Cara lain untuk menghindari kesombongan yang mengagap diri benar adalah dengan menghubunggkan diri kita di hadapan Allah dengan masyarakat yang berdosa yang ada di sekeliling kita.

KESOMBONGAN KARENA DOKTRIN YANG BENAR
Kesombongan yang sangat mirip dengan kesombongan moral doktrin Allah. Kemudian untuk melengkapin spektrum dari lesombongan ini, ada juaga mereka tidak menganggap doktrin itu penting dan karenanya memandang rendah kita yang mengagap nya penting.
Bentuk kesombongan ini adalah kesom ongan sistem kepercayaan spesifik kita. Dalam Korintus 8, Paulus membahas bentuk kesombongan ini yang muncul sehubungan dengan soal memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala.
Kesombongan karena presentasi
Alkitab mengajarkan bahwa ada hubungan sebab akibat yang umum antara kerja keras dan keberhasilan dalam usaha apapun, dalam Amsal 13:4, berkata jiwa si pemalas meingini dan tidak mendapat, sedangkan jiwa oarng yangbrajin diberi kelimpahan. Namun demikin Alkitab juga menh=gajarkan bahwa keberhasilan dalam usaha apapun berada di kontrol yang berdaulat dari Allah (1 Samuel 2: Mazmur 75:7-8, Hagai 1:5-6
JIWA YANG BEBAS
Kesombongan kita karena bebas, itulah yang membuat kita tidak mau di ajar atau tidak mundur. Sering kali respon yang dibrikan kepada pengajra adalah tidak ada rujuk yang kepada Alkitab, tetapi hanya itu dapat dari sikap yang sikap yang mau diajar. Amsal khususnya mengajarkan kitra tentang FASE-FASE, DAN TOPIK.
BAB 12
KE EGOISAN
Kita di larikan dengan natur yang egois, dalam kehidupan orang-orang kristen kita masih meliki daging yang perang yang melawan roh, dan salah satu ekoresinya adalah ke egoisan. Ke egoisan adalah dosa yang sulit di telanjani karena begitu mudah dilihat didalam diri oranng lain tetapi begitu sulit di kenali dalam diri kita. Ke egoisan satu orang mungkin menjadi kasar dan nyata.
Orang seperti ini tidak peduli pada apa yang dipikirkan orang lain, jadi keegoisan kita mungkin akan lebih halus dan terpoles. Ke egoisan mungkun terungkap dengan banyak saca, dalam menyelidiki banyak dosa-dosa kita “tidak tercela”  yng pertama adalah ke egoisan yang berhubungan dengan kepentingan-kepentingan kita yang di tulis Paulus dala Filipi 2:4, kata kepentingan ini tentu Paulus sedang merujuk kepada pertimbangan0-perimbangan dan kebutuhan-kebutuhan orang lain.
Kepentingan kita mungkin mencakup pekerjaan kita hobi-hobi kita atau hal lain apapun. Sebuah tes yang baik untuk mengetahui yang baik tingkat ke egoisan yang menguuytamakan kepentingan-kepentingan kita adalah dengan merenungkan percakapan yang telah kita lakukan dengan seseorang dan bertanya pada dirir kita berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk membicarakan kepentingan kita di bandingkan dengan untuk mendengarkan orang lain
Bentuk ke egoisan ini mungkin tanpa begitu tidak berbahaya dan biasanya di lihat sebagai ketidak pekaan semata tetapi pasti bukan dosa. Tetapi itu adalah gejala dari keberpusatan pada diri, hal ini mengindikasikan bahwa diri kita menjadi yang terpenting.
Da;am II Timotius 3:1-5, Paulus memberikan daftar tentang dosa-dosa yang benar-benar buruk yang akan menjadi ciri dari “Zaman akhir”. Mencintai diri adalah deskripsi yang baik untuk orang yang egois yang menjadikan dirinya sebagai pusat sedikit sekali memperhatikan kepentingan-kepentingan, kebutuhan-KEBUTUHAN, atau keinginan-keinginan orang lain.
Bidang kedua dari keegousan adalah dalam hubungannya dengan waktu kita. Waktu adalah sebuah komuditui yang berharga, dan setiap kita hanya memiliki sejumlah watu yang pasti setap Hri. Seseorang dapat menjadi kaya secara finansial sehingka memiliki uang yang berlebih, tetpai hanya sedikit orang waktu yang memiliki yang berlebih. Kita semua sibuk, jadi mudah menjadi egois dengan waktu kita. Waktu orang selalu lebih penting dari waktu kita, kita cenderung melindungi waktu kita untuk kepentingan-kepentingan kita sendiri.
Kita dapat menjadi egois dengan terlalu melindungi waktu kita, dan kita juga bisa menjadi egois denga terlalu banyak meminta waktu orang lain. Kita hanya memikirkan diri kita dan kebutuhan kita dalam Galatai 6:2 mengajarakan bahwa kita harus “bertolong-tolongan menanggung beban, dan dengan demikian memenuhi hukum kristus”. Bekerja melamaui tugas-tugas normal kita untuk membantu orang lalian adalah salah satu cara untuk bertolong=tolongan dalam menanggung beban.
Bidang ketiga dari keegoisan adalah dalam hubungannya dengan uang. Sang rasul menulis bahwa kota harus “ Bersuka cita dengan mereka yang bersuka cita, meratap dengan  mereka yang meratap”, Roma 12:15. Rasul Yohanes menulis dalam kitab I Yohanes 3:17, mengatakan barang siapa yang mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya yang kekurangan tetapai memnutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu bagaimana kah kasih Allah dapat tetep didalam dirinya?
Ayat-ayat inimemberitahukan kita bahwa kita harus melatih diri untuk memiliki hati yang berbelas kasihan terhadap mereka yag kekurangan dan kemudian mewujudkan belas kasihan itu dengan pemberian kita. Bidang ke empat dari keegoisan yang kita pelajari adalah sikaptidak peduli. Orang yang tidak peduli tidak pernah memikirka akibat-akibat da tindakan-tindakan orang lain. Orang yang berbicara keras dengan ditelfon selu.ernta sehingga mengganggu orang lailan sedang menujukkan ke egoisan berupa ketidak pedulian.
Kapan saja kita memikirka akibat-akibat dari tindakan kita bagi orang lain, kita sedang bersikap egois dan tidak peduli. Kita sedang memu]ikirkan diri kita sendiri saja. Kita juga dapat menjadi tidak peduli pada perasaan orang lain. Terlalu sering orang-ORANG KRISTEN  bersikap kasar pada pelayan restoran yang wanita dan penjaga toko. Orang yang memiliki sikap ketidak peduliannya ia sedang menujiukan ke egoisan dalam ketidak pedulian. Ia hanya peduli dengan keinginannyan untuk mengukapkan pendapatnya. Contoh etrbaik dari ketidak egoisan adalah Tuhan Yesus Kristus (II Korintus 8:9).

BAB 13
KURANGNYA PENGENNDALIAN DIRI
Orang yang takdapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang di serbu dan di biarkan roboh temboknya “Amzal 25:28). Pada zaman Alkitab,tembok sebuah kota adalah alat pertahanan utamanya. Jika temboknya di hancurkan,pasukan menyerang dapat menyerbu kedalam kota dan menalukkannya Yosua 6:1-20.  Alkitab, baik dalam Amzal dalam surat-surat PB, banyak membahas tentang pengendalian diri. Paulus mencantumkannya sebagai salah satu perwujudan dan buah Roh “Gal.5:22-23”, ia memasukan kurangnya pengendalian diri dalam karakteristik kerusakan moral di zaman akhir 2 Tim.3:3.
Apa itu pengendalian diri? Pengendalian diri adalah penguasaan atau pengendalian yang bijaksanan yang terrhadap keinginan-keinginan, kesukaan-kesukaan, implus-implus, emosi-emosi, dan hasrat-hasrat seseorang. Pengendalian diri berarti pembatasan terhadap keinginan-keinginan dan aktivitas-aktivitas yang di benarkan, dan larangan mutlak terhadap bidang-bidang yang jelas-jelas berdosa.
Contoh pengendalian diri akan mencakup : misalnya (1) pembatasan dalam menonton televisi dan larangan mutlak untuk menonton pornografi di internet dan lain-lain. Pengendalian diri alkitabiah, mencakup setiap bidang kehidupan dan menuntut pertempuran yang tidak ada habisnya dengan nafsu-nafsu daging yang memerangi jiwa kita (Petrus 2:11).
Pengendalian diri ini bergantung pada pengaruh kemampuan yang di berikan oleh roh kudus. Salah satu cara untuk mempraktekkan pengendalian diri adalah dengan membuang atau menjauhi apa saja yang menggoda kita untuk menuruti keinginan-keinginan kita.
Bidang kedua dimana orang-orang kristen sering menunjukkan kurangnya pengendalian diri adalah dalam hal kemarahan. Beberapa orang percaya dikenal sebagai orang yang pemarah atau mudah tersinggung. Sifat pemarah adalah suatu semburan kemarahan yang cepat tetapi intens yang seringkali cepat mereda.kemarahan dalam kebanyakan peristiwa adalah dosa, tetapi bagi orang yang lekas marah, dosanya ditambah dengan kurangnya pengendalian diri.
Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh Amsal, 14:17. Orang yang lambat untuk marah lebih baik daripada seorang pahlawan, dan orang yang menguasai jiwanya lebih baik daripada orang yang merebut kota. Amsal, 16:32. Dalam PB Yakobus menasihati kita untuk menjadi “lambat untuk marah” (1:19).

Bab 14
Tidak Sabar Dan Mudah Marah
Ketidaksabaran sebagai perasaan sangat jengkel terhadap kesdalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan yang tidak di sengaja dari orang lain. Ketidaksabaran ini seringkali  di ungkapkan secara verbal dengan cara yang cenderung mempermalukan orang menjadi objek dari ketidaksabaran itu.
Kunci untuk memahami jenis ketidaksabaran ini adalah ketidaksabaran ini merupakan respon kepda tindakan-tindakan orang lain yang biasanya tidak di sengaja. Penyebab yang sebenarnya dari ketidak kesabaran kami terletak di dalam hati kami sendiri, dalam sikap kami yang memaksa orang lain di sekeliling kami untuk harapan-harapan kami untuk memenuhi harapan-harapan kami.
Rasul Paulus, dalam beberapa suratnya, menasehati kita untuk bersabar. Dalam 1 Kor.13, pasal yang yang agung tentang kasih, ia mengawali deskripsinya tentang kasih dengan mengatakan, “kasih itu sabar” dalam Galatia 5:22-23, kesabaran adalah salah satu dari 9 ekspresi buah roh dalam Efesus 4:1-2 Paulus mendorong kita untuk hidup dalam kesabaran, dan dalam Kolose 3:12 kita di perintahkan untuk mengenakan kesabaran.
Kesabaran adalah kebajikan yang harus di tanamkan. Dan dengan menarik kesimpulan yang logis, kita dapat mengatakan bahwa ketidaksabaran, lawan dari kesabaran, adalah dosa yang harus di matikan dalam kehidupan kita.

Bab 15
Kemarahan
Robert Jones menulis dalam buku “kemarahan adalah suatu masalah universal yang lazim dalam setiap budaya dan di alami oleh inirasi. Tidak ada orang terbatas dari kehadirannya atau kebal terhadap racunnya. Kemarahan menebusi setiap orang dan merusak relasi-relasi kita yang paling intim
Kemarahan adalah bagian yang pasti dari dasar keberadaan kita yang berdosa. Apakah kemarahan itu? Banyak di antara kita mungkin bertanya “ saya tidak dapat mendefinisikan, tetapi saya mengenalnya ketika saya melihatnya, khususnya jika kemarahan itu di tujukan kepada saya.
Kemarahan adalah sebuah persoalan yang sangat luas dan kompleks. Beberapa orang membenarkan kemarahan mereka sebagai kemarahan yang benar. Mereka merasa mereka berhak untuk menjadi marah dalam situasi tertentu. Kita dapat mengetahui bahwa kemarahan adalah kemarahan yang benar? (1) kemarahan yang benar timbul dari suatu persepsi tentang kejahatan yang sejati yaitu sebagai pelanggaran yang hukum moral Allah. Kemarahan yang benar berfokus kepada Allah dan kehendaknya bukan kepada saya dan kehendak saya. (2) kemarahan yang benar selalu terkendali kemarahan yang tidak pernah membuat orang kehilang kesabarannya atau merangnya dengan penuh kebencian. Dosa itu adalah suatu pelanggaran terhadap perintah Allah atau kita bahkan menggunakan fakta bahwa hal itu adalah suatu pelanggaran terhdap perintah Allah itu membenarkan respon kemarahan kita sendiri yang berdosa.
Dalam mengahadai kemarahan kita, kita perlu menyadari bahwa tidak ada orang yang membuat kita marah kata-kata atau tindakan-tindakan orang lain mungkin menjadi alasan dari kemarahan kita. Kita menjadi marah karena seseorang telah berlaku tidak terhadap kita.
Kita menjadi marah karena keinginan kita tidak terkabul. Kita sering melihat hal ini terjadi pada anak-anak, tetapi hal juga terjadi pada diri kita yang adalah orang-orang dewasa. Kita menjadi marah menjadi respon kepada kemarahan orang lain. Situasi-situasi hipotetis ini tidak di maksudkan untuk membenarkan tindakan-tindakan.
Jelaslah tindakan-tindakan itu berdosa. Tetapi kita dapat memilih bagaimana kita akan meresponi tindakan-tindakan orang lain yang berdosa terhadap kita. Kita harus merespon perlakuan apapun yang tidak adil dengan “ mengingat Allah” mengiangat Allah berarti memikirkan kehendak Allah dan kemulian Allah.
Mungkin ada pengecualian-pengecualian untuk hal ini, tetapi di luar itu, dapat kitakan bahwa kita semua menjadi marah sesekali. Yang penting adalah bagaimana kita menghadapinya. Beberapa orang cenderung untuk mengunggapkan kemarahan dengan bahasa yang kasar dan biasanya menyakitkan yang lain akan mengunggapkannya dengan cara-cara yang lebih tidak kelihatan seperti menyindir akan memberikan komentar kastis kepada atau tentang orang yang menjadi objek kemarahannya.
Kelompok ketiga yang cenderung memndam kemarahan mereka dalam bentuk kebencian semua ekspresi kemarahan ini adalah dosa. Jadi bagaimana kita menghadapi kemarahan kita dengan cara kita memuliakan Allah? (1) kita harus menyadari dan mengakui kemarahan kita dan keberdosaannya. Kita tidak dapat membereskan kemarahan sebelum kehadirannya.
Jika kita mengeksperikan kemarahan kita secara eksternal, kita juga perlu meminta maaf kepada orang yang telah kita lukai dengan kemarahan kita. Akhirnya, kita perlu menyerahkan penyebab dari kemarahan kita kepada Allah.

KEMARAHAN TERHADAP ALLAH
Kemarahan adalah sebuah penghakiman moral, dan dalam khasus Allah kemarahan berarti menuduh Allah melakukan kesalahan. Kesalahan menuduh Allah sebagai pribadi yang berdosa kepada kita karena melantarkan kita atau dengan cara tertentu  memperlakukan kita secara tidak adil.
Kemarahan seringkali sepantasnya memperlakukan kita lebih baik daripada apa yang kita alami sekarang ini. Akibatnya kita memanjarakan Allah di dalam ruangan pengadilan kita sendiri. Suatu kepercayaan yang kokoh kepada kedaulatan, hikmat,dan kasih Allah. Kebingungan dan ketidakmengertian kita kepada Allah kita harus di bawah dengan rendah hati dan penuh kepercayaan melalui doa.

BAB 16
RUMPUT-RUMPUT LIAR KEMARAHAN
Alkitab tidak menangggapi kemarahan kita dengan cara yang sedemikian sanguin. Sebaliknya, Alkitab menyuruh kita untuk membuang kemarahan (Efesus 4:31). Jika anda mengambil waktu untuk mnecari ayat-ayat ini, anda akan melihat bahwa dalam setia ayat, kemarahan di asosiasikan dengan dosa-dosa yang sangat buruk seperti kepahitan, kegeraman, amarah,fitnah, kedengkian, dan perkataan kotor.
Tetapi bagaiman dengan bagian Alkitab yang mengatakan maralah dan jangan membuat dosa: janga biarkan matahari terbenam sebelum padam amarahmu “(Efesus 4:26)? Paulus bukan sedang memberikan ijin untuk marah, apalagi memerintahkannya, seperti yang mungkin ditunjukan oleh gaya bahasa inpernatif yang digunakan.
Sebalikya, paulus menerma kenyataan bahwa kita akan menjadi marah, dan ia sedang memberitahkan kepada kita cara untuk mengatasinya. Pda dasarnya ia sedang mengatakan, “jangan berlama-lama dengan kemarahan-MU. Padangkanlah segera. Itulah sebabnya ia menambahkan pernyataan yang memberikan penjelasan, “jangan biarkan matahari tebenam sebelum apadam amarahmu.
Tetapi rumput liar kemarahan tidak jinak melalinkan ganas. Rumput liar kemarahan dapat merancuni pikiran kita dan pikiran orang lain. Ada beberapa rumput liar ganas yang tumbuh dari kemarahan yang tidak diselesaikan:
1.      Kekesalan
2.      Kepahitan
3.      Perseturuan
4.      Dan permusuhan
5.      Dendam
6.      Peringkaian atau pertengkaran
Ada beberapa cara yang kita dapat lakukan untuk meneyelesaikan amarah kita sebelum matahari terbenam.
1.      Kita harus mengandalkan kedaualatan Allah
2.      Kita harus berdoa agar Allah memampukan kita untuk bertumbuh dalam kasih
3.      Belajar mengampuni seperti Allah telah mengampuni kita.

BAB 17
MENGHAKIMI
Dosa menghakimi adalah salah satu dosa yang paling tersembunyi diantara dosa-dosa kita yang “dianggap pantas” karena dosa ini sering dipraktekan dengan dalih giat memperjuangkan apa yang benar. Jelaslah bahwa didalam lingkaran injilin konserfaktif kita, terdapat pandangan yang tidak terhitung banyaknyany mengenai segala sesutu mulaidari teologi, perilaku, gaya hidup, sampa olitik.
Namun demikian, kita masih dapat berdosa, bahkan ketika kita menghakimi berdasarkan Alkitab, kita dapat berdosa jika kita menghakimi dengan sikap mengaggap diri benar atau jiak kita menghakimi dengan kasar atau dengan semangat mengkritik.
Kita berdosa jika kita mengutuk dosa-dosa orang lain yang jelas-jelas sangat keji, tanpa pada saat yang sana mengakui bahw kita sendiri masih menjadi oarang berdosa di hadapan Allah.

SIKAP MENGHAKIMI YANG KITA MILIKI ADALAH
1.      Sikap menghakimi dalam hal doktrin
2.      Jiwa mengkritik


BAB 18
IRI HATI, CEMBURU, DAN DOSA-DOSA YANG BERKAITAN
a.       Iri Hati
Iri Hati adalah kesadaran yang menyakitkan dan seringkali menjengkelkan terhadap sebuah keberuntungan yang di nikmati oleh orang lain. Kadang-kadang kita menginginkan keberuntungan yang sama sehingga kita selanjutnay dibawah kepada dosa menginini.
Kalau begitu apa yang memunculakn godaan untuk iri hati ? kenyataan bahwa ia menikmati suatu keberuntungan yang tidak saya miliki. Orang Tua mungkin iri kepada orangtua lainnya yang anak-anaknya adalah siswa atau atlet yang lebih bagus atau, jika sudah dewasa, mempunyai pekerjaan yang lebih baik.
b.      Cemburu
Yang sangat dekata dengan Iri Hati adala Cemburu.  Cenburu sering di defenisikan sebagai tidak mentoleransi kompetisi. Ada alasan-alasan yang untuk cemburu, seperti ketika seseorang sedang berusaha untuk merebut pasangan Anda. Allah bahka mengatakan dirinya sebagai Allah yang pencemburu yang tidak akan mentolerasi penyembahan kepada siapapun atau apapun selain diri-Nya Kel 20:5. Namun demikian, pencemburuan yang berdosa muncul ketika kita takut orang lain akan menyaingi atau melebihi kita.
c.       Semanggat persaingan
Yang berkaitan erat dengan iri hati dan kecemburuan semanggat persaingan disahkan untuk selalu menang atau menjadi orang nomor satu dalam bidang apapun yanf kita usahakan. Semanggat persaingan pada dasarnya adalah suatu ungkapan dari keegoisan. Semanggat persaingan adalah desakan untuk menang dengan mengorbankan orang lain. Tentu saja ini berarti tidak mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri.
Apakah semangat kompetif adalah sebuah kebikan Kristen Alkitabiah adalah ada kebajikan karna melalukan yang terbaik misalnya, 2Timo. 2:15.
d.      Menguasai
Iri hati, cemburu, dan semanggat persaingan semuanya dapat dikelompokan dalam satu kata persekutuan. Bukannya memandang satu sama lain sebagai sesama anggota tubuh Kristus, kita dapat dengan mudah tergelincir dengan sikap memandang mereka sebagai para seteru yang harus kita saingi. Ada satu dosa yang lebih tidak kentara yang dapat kita masukan kedalam kelompok ini yaitu, dosa berusaha untuk mengendalikan orang lain untuk kepentingan kita atau untuk mendapat apa yang kita inginkan.