MAKALAH
Tugas
ini di buat untuk memenuhi persyaratan
Mata
Kuliah :
"Filsafat Fisika"
Dosen
: Pdt. Moody D. Gony, M.A., M.Th
Oleh
:
Darman Laia
Nim
: 115430
JURUSAN TEOLOGI KEPENDETAAN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI YESTOYA
(STTY) MALANG
Jl. Raya Candi Badut No.1-3 (Daerah
Perumahan Tidar Permai)
T.A. 2016 / 2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Fisika sepanjang yang
telah diketahui di mulai pada Thun sekitar 2400-2000 SM. Ketika kebudayaan
harapan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut
bintang di angkasa. Sejak saat itu
Fisika terus berkembang di mulai dari zaman prasejarah Sampai saat ini.
Perkembnagan ini tidak hanya membawa perubahan didalam bidang dunia. Siapa yang
pertama sekali mememukan Ilmu Fisika, tidak ada yang tahu. Dari ribuan bahkan
ratusa juta raya ini.
Filsafat dan Ilmu
adalah dua kata yang saling berkaitan,
baik secara subtansial maupun historis. Hal itu di karenakan bahwa Ilmu tidak
lepas dari sebuah peranan dari Filsafat dan sebaliknya perkembangan ilmah yang
memperkuat keberadaan dari Filsafat itu sendiri. Filsafat mengambil peran
penting karena dalam Filsafat kita bisa menjumpai pandanga-pandangan tentang
apa saja Kompleksitas, mendiskusikan
dan menguji kesahihan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang
bisa di pertanggung jawabkan secara Ilmiah dan Intelektual. Dengan Filsafat
pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola
pikir yang tergantung pada Rasio.
Perubahan dari pola
pikir mitos ke Rasoi membawa implikasi yang tidak kecil. Alam dengan segala
gejalanya yang selama ini ditakuti sekarang di dekati dan bahkan bisa dikuasai.
Perubaha yang mendasar adalah di temukannya hukum-hukum Alam dan teori-teori
Ilmiah yang menjelaskan perubahan yang terjadi, baik Alam semesta maupun pada
manusia itu sendiri. Oleh karena itu mempelajari Ilmu Fisika membuka cendela
Ilmu pengetahuan untuk lebih mengerti, memahami dan dapat memanfaatkan Ilmu
untuk kebaikan diri sendiri, orang lain alam semesta terutama agar lebih dekat
dengan Tuhan Yesus.
B.
Rumusan
masalah
1.
Apa pengertian dari Filsafat dan
Fisika ?
2.
Apa hubungan Filsafat dengan Fisika
?
3.
Gagaimana sejarah perkembangan Ilmu
Filsafat dengan Fisika ?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Agar kita setiap Pembaca mengetahui dan
mengerti definisi Filsafat.
2.
Agar kita setiap Pembaca mengetahui benar-benar
dan memahami Ilmu Filsafat dan Ilmu Fisika.
3.
Agar setiap kita Pembaca mengetahui dan
mengerti Ilmu Filsafat dan Ilmu Fisika pada Yunani Kuno.
BAB
II
PEMBHASAN
A.
Filsafat
Filsafat adalah Ilmu yang berusaha
mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran
atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup
seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan
yang di cita-citakan.[1] Filsafat
adalah Ilmu proses berpikir cepat yang benar-benar mencari akar sebab yang
mengetahui hasil yang fatal (Original) secepat mungkin.[2]
Filsafat merupakan disiplin Ilmu yang
berusaha untuk menujukan batas-batas dan ruang lingkuppengetahuan manusia
secara tepat dan lebih memadai. Kemudia kattosoff menyatakan karakteristik
filsafat dapat diidentifikasi sbb:
a. Filsafat
adalah berpikir secara kritis
b. Filsafat
adalah berpikir dalam bentuknya yang sistematis
c. Filsafat
menghasilkan sesuatu yang Runtut
d. Filsafat
adalah berpikir secara Rasional
e. Filsafar
bersifat komprehensif. Jadi berpikir Filsafat mengandung makna berpikir tentang
segala sesuatu yang ada secara kritis, sistematis, tertib, rasional, dan
komprehensif.[3]
Pengertian
Filsafat Menurut Para Tokoh :
Ø
Menurut Harun Nasution Filsafat adalah berfikir
menurut tata tertib (Logika) dengan bebas (tak terikat tradisi, Dogma atau
Agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan.
Ø
Menurut Plato (427-347 SM) Filsafat adalah
Pengetahuan tentang segala yang ada.
Ø
Menurut Aristoteles (384-322 SM) yang merupakan
murid Plato menyatakan bahwa Filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala
benda.
Ø
Menurut Marcus Tullius Cicero (106-43 SM) Menyatakan bahwa Filsafat adalah
pengetahuan tentang sesuatu yang maha Agung dan usaha untuk mencapainya.
Ø
Menurut Al Farabi (wafat 950 m) Filsuf Muslim
terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan Filsafat adalah Ilmu pengetahuan tentang
Alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.
1.
Fisika
Fisika
(bahasa Yunani : Phisikos, alamiah, dan phisis, Alam) adalah sains atau Ilmu
tentang alam dalam naknayang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak
atau hidu materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para Fisikawan atau ahli Fisika
memmpelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai
dari partikel submikroskopi yang membentuk segala materi, fisika partikel
hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Fisika
di bagi menjadi Dua yaitu :
Adalah Mekanika,
listrik magnet, panas, bunyi, optika dan gelombang adalah perbatasan antara
fisika klasik dan modern.
Adalah perkembangan
Fisika mulai abad 20 yaitu penemuan teori relativitas dari Einstein.[4]
B.
Hubungan
Filsafat dengan Fisika
Hubungan
Filsafat dengan Fisika adalah seperti pasukan Marinir dengan pasukan Infanteri
ketika hendak menguasai suatu daerah/pulau. Filsafat membuka pantai dan
menyiapkan segala yang di perlukan untuk mendarat pasukan Infanteri. Begitu
pasukan Infanteri mendarat, mereka akan menyusup masuk dan mengalahkan /
menguasai wilayah hingga seluruh daerah /pulau dikuasai. Sedangkan mengalahkan dan
menguasai adalah memahami seluruh isi dan dinamikannya.
Setelah
pasukan Infanteri mendarat, maka tugas pasukan marinir selesai. Mereka pergi
membuka lagi daerah/pulau yang lain.[5] Daerah/Pulau : materi dan Energi . Pasukan
Marinir : Filsafat. Pasukan Marinir : Fisika.
Dengan
adanya Filsafat, pola pikir manusia menjadi lebih maju dalam mempelajari Alam.
Tidak selamanya teori yang ada akan bersifat Mutlak, tetapi dapat berubah-ubah
khususnya Ilmu Sains, sehingga Filsafat berperan penting dalam perubahan-perubahan
tersebut sesuai dengan teori dan fakta-fakta yang ada.[6]
1.
Manfaat
a. Manfaat
mempelajari Filsafat dan Fisika :
ü Filsafat
Fisika itu dapat menolong para peneliti dan orang-orang yang peduli tentang
Ilmu pengetahuan alam untuk membentuk pemikiran-pemikiran baru dalam bidang
Fisika.
ü Filsafat
Fiska dapat menjadi Asas yang terbaik untuk penilaian terhadap perkembangan
Fisika dalam arti yang menyeluruh.
ü Filsafat
Fisika dapat menolong dalam memberikan pendalaman pemikiran bagi faktor-faktor
penetu dalam perkembangan Filsafat.[7]
C.
Sejarah
Perkembangan Filsafat dan Fisika
1.
Sejarah
Perkembangan Filsafat
Secara historis kelahiran dan perkembangan
pemikiran Yunani Kuno (sistem berpikir) tidak dapat dilepaskan dari keberadaan kelahiran dan
perkembangan filsafat, dalam hal ini adalah sejarah filsafat. Dalam tradisi sejarah
filsafat mengenal 3 tradisi
besar sejarah, yakni tradisi: (1) Sejarah Filsafat India
(sekitar2000 SM - dewasa
ini), (2) Sejarah Filsafat Cina (sekitar 600 SM - dewasa ini), dan (3) Sejarah Filsafat
Barat (sekitar 600 SM - dewasa
ini).
Dari ketiga tradisi sejarah tersebut di atas,
tradisi Sejarah Filsafat Barat adalah basis kelahiran dan perkembangan ilmu
sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.
Titik-tolak
dan orientasi sejarah filsafat baik yang diperlihatkan dalam tradisi Sejarah
Filsafat India maupun Cina disatu pihak dan Sejarah Filsafat Barat dilain
pihak, yakni semenjak periodesasi awal sudah memperlihatkan titik-tolak dan
orientasi sejarah yang berbeda. Pada tradisi Sejarah Fisafat India dan Cina,
lebih memperlihatkan perhatian-Nya yang besar pada masalah-masalah keagamaan,
moral/etika dan cara-cara/kiat untuk mencapai keselamatan hidup manusia di
dunia dan kelak keselamatan sesudah kematian.[8]
2.
Sejarah Perkembangan Fisika
Fisika adalah sains atau Ilmu tentang alam dalam makna yang terluas.
Fisika mempelajari perilaku da sifat materi dalam bidang yang sangat beragam,
mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (Fisika
partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Fisika sering disebut Ilmu yang paling mendasar.[9]
Menurut Richtmeyer sejarah Ilmu
fisika adalah ada 4 periode yaitu :
a.
Periode pertama
Dimulai
dari zaman prasejarah sampai tahun 1550 an. 2400000 SM-599-SM, dibidang
astronomi sudah dihasilkan kalender mesin dengan 1 tahun, dan katalog bintang.
Dalam teknologi sudah sudah ada peleburan berbagai logam, pembuatan Roda,
teknologi bangunan (piramid), standar berat, pengukuran koin/mata uang.
b.
Periode kedua
Dimulai
dari tahun 1550 an sampai tahun 1800an. Periode kedua ini dikembangkan metode
penelitian yang sistematis dengan GALILEO
di kenal sebagi pencetus metode saintifik dalam penelitian. Diantaranya
adalah menghasilkan teori baru pada gerak planet. Newton.. meneruskan kerja
Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang
masih sekarang masi dipakai yaitu : Gas, Vibrasi Transversal, termometer,
cahaya, kelistrikan.
c. Periode ketiga
Dimulai
dari tahun 1800an – 1890an. Pada periode ini diformullasikan konsep-konsep
fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal sebutan Fisika Klasik. Periode
ini fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan
formulasi-formulasi umum dalam mekanika, fisika panas, Listrik-maknet.
d. Periode keEmpat
Dimulai
dari tahun 1890an sampai sekarang ini. Fisika Modern yang di sedang di
kembangkan saat ini tentang Atom, Inti, partikel sub Atomik, molekul, zat padat
yang sangat besar parannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.[10]
Ø Fisika
Zaman PurbaKala
Sejak zaman Purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifata dari
benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ketanah, mengapa material yang
berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Sejarah fisika
dimulai dari tahun sekitar 2400 SM,
ketika kebudayaan harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan
menghitung sudt bintang di angkasa. sejak itu Fisik terus berkembang sampai
sekarang ini.[11]
Sejarah fisika telah di mulai pada tahun sekitar 2400 SM, ketika
kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitumg
sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu Fisika berkembang sampai sekarang.[12]
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Filsafat dan Ilmu
adalah dua kata yang saling berkaitan,
baik secara subtansial maupun historis. Hal itu di karenakan bahwa Ilmu tidak
lepas dari sebuah peranan dari Filsafat dan sebaliknya perkembangan Ilmiah yang
memperkuat keberadaan dari Filsafat itu sendiri. Filsafat mengambil peran
penting karena dalam Filsafat kita bisa menjumpai pandanga-pandangan tentang
apa saja Kompleksitas, mendiskusikan
dan menguji kesahihan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang
bisa di pertanggung jawabkan secara Ilmiah dan Intelektual. Dengan Filsafat
pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola
pikir yang tergantung pada Rasio.
Dengan Filsafat
pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola
pikir yang tergantung pada Rasio.
Fisika
mempelajari gejala alam yang tidak atau hidu materi dalam lingkup ruang dan
waktu. Para Fisikawan atau ahli Fisika memmpelajari perilaku dan sifat materi
dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopi yang
membentuk segala materi, fisika partikel hingga perilaku materi alam semesta
sebagai satu kesatuan kosmos. Semoga melaui materi ini kita lebih memahami lagi
dan lebih mengerti lebih dalam lagi. Mari kita memperdalamnya lagi lebih
mendetail.
B.
Kritik
dan Saran
Dengan menguvapkan puji syukur kepada
Allah yang maha kuasa, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan tugas ini, yang
berjudul Filsafat Fisika. Pepenyusun menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih
banjyak kekurangannyan, hal ini di karenakan keterbatasan waktu, pengetahuan,
dan kemampuan yang di miliki penyusun, oleh karena itu penyusun sangat
mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya membangununtuk perbaikan di
masa yang akan datang. pada kesempatan ini, penyusun mengucapakan terimakasih
kepada teman-teman yanng telah meluangkan waktunya untuk membantu dan sekaligus
memberikan motifasi dan langkah-langkah membuat makalah, sehingga bisa
terselesaikan dengan baik, Pasti
Tuhan membalas amal kebaikannya. Amin.
Dengnan segala pengharapan dan Doa
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan bagi
pembaca Umumnya.
[2]Darman
laia,
[3]Ading
Nashrulloh, juli 2009
[4]Budiyono
Asari
[5]Jujun
S.S, Filsafat Ilmu, sebuah pengantar populer (jakarta: pustaka sinar harapan
1995), Hal 22-23
[6]Budiyono
Asari
[7]Budiyono
Asari
[8]Ading
Nashrulloh, 27 juli 2009
[9]Widya
Megareza
[10]Richtmeyer
[11]Widya
Megareza
[12]Purnama
Sang Penerang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar