Rabu, 22 Februari 2017

MAKALAH FILSAFAT



MAKALAH

Tugas ini di buat untuk memenuhi persyaratan  

Mata Kuliah :
  "Filsafat Fisika"

Dosen : Pdt. Moody D. Gony, M.A., M.Th




Oleh :

Darman Laia
Nim : 115430


JURUSAN TEOLOGI KEPENDETAAN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI YESTOYA (STTY) MALANG
Jl. Raya Candi Badut No.1-3 (Daerah Perumahan Tidar Permai)
T.A. 2016 / 2017



BAB I
PENDAHULUAN
A.                Latar Belakang

Fisika sepanjang yang telah diketahui di mulai pada Thun sekitar 2400-2000 SM. Ketika kebudayaan harapan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut bintang di angkasa.    Sejak saat itu Fisika terus berkembang di mulai dari zaman prasejarah Sampai saat ini. Perkembnagan ini tidak hanya membawa perubahan didalam bidang dunia. Siapa yang pertama sekali mememukan Ilmu Fisika, tidak ada yang tahu. Dari ribuan bahkan ratusa juta raya ini.
Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang saling  berkaitan, baik secara subtansial maupun historis. Hal itu di karenakan bahwa Ilmu tidak lepas dari sebuah peranan dari Filsafat dan sebaliknya perkembangan ilmah yang memperkuat keberadaan dari Filsafat itu sendiri. Filsafat mengambil peran penting karena dalam Filsafat kita bisa menjumpai pandanga-pandangan tentang apa saja  Kompleksitas, mendiskusikan dan menguji kesahihan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang bisa di pertanggung jawabkan secara Ilmiah dan Intelektual. Dengan Filsafat pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola pikir yang tergantung pada Rasio.
Perubahan dari pola pikir mitos ke Rasoi membawa implikasi yang tidak kecil. Alam dengan segala gejalanya yang selama ini ditakuti sekarang di dekati dan bahkan bisa dikuasai. Perubaha yang mendasar adalah di temukannya hukum-hukum Alam dan teori-teori Ilmiah yang menjelaskan perubahan yang terjadi, baik Alam semesta maupun pada manusia itu sendiri. Oleh karena itu mempelajari Ilmu Fisika membuka cendela Ilmu pengetahuan untuk lebih mengerti, memahami dan dapat memanfaatkan Ilmu untuk kebaikan diri sendiri, orang lain alam semesta terutama agar lebih dekat dengan Tuhan Yesus.

B.            Rumusan masalah

1.      Apa pengertian dari Filsafat dan Fisika ?
2.      Apa hubungan Filsafat dengan Fisika ?
3.      Gagaimana sejarah perkembangan Ilmu Filsafat dengan Fisika ?

C.           Tujuan Penulisan

1.        Agar kita setiap Pembaca mengetahui dan mengerti definisi Filsafat.
2.        Agar kita setiap Pembaca mengetahui benar-benar dan memahami Ilmu Filsafat dan Ilmu Fisika.
3.        Agar setiap kita Pembaca mengetahui dan mengerti Ilmu Filsafat dan Ilmu Fisika pada Yunani Kuno.


BAB II
PEMBHASAN

A.           Filsafat
Filsafat adalah Ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio.  Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang di cita-citakan.[1] Filsafat adalah Ilmu proses berpikir cepat yang benar-benar mencari akar sebab yang mengetahui hasil yang fatal (Original) secepat mungkin.[2]
Filsafat merupakan disiplin Ilmu yang berusaha untuk menujukan batas-batas dan ruang lingkuppengetahuan manusia secara tepat dan lebih memadai. Kemudia kattosoff menyatakan karakteristik filsafat dapat diidentifikasi  sbb:
a.       Filsafat adalah berpikir secara kritis
b.      Filsafat adalah berpikir dalam bentuknya yang sistematis
c.       Filsafat menghasilkan sesuatu yang Runtut
d.      Filsafat adalah berpikir secara Rasional
e.       Filsafar bersifat komprehensif. Jadi berpikir Filsafat mengandung makna berpikir tentang segala sesuatu yang ada secara kritis, sistematis, tertib, rasional, dan komprehensif.[3]
Pengertian Filsafat Menurut Para Tokoh :
Ø  Menurut Harun Nasution Filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (Logika) dengan bebas (tak terikat tradisi, Dogma atau Agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan.
Ø  Menurut Plato (427-347 SM) Filsafat adalah Pengetahuan tentang segala yang ada.
Ø  Menurut Aristoteles (384-322 SM) yang merupakan murid Plato menyatakan bahwa Filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda.
Ø  Menurut Marcus Tullius Cicero  (106-43 SM) Menyatakan bahwa Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha Agung dan usaha untuk mencapainya.
Ø  Menurut Al Farabi (wafat 950 m) Filsuf Muslim terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan Filsafat adalah Ilmu pengetahuan tentang Alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.
1.    Fisika
Fisika (bahasa Yunani : Phisikos, alamiah, dan phisis, Alam) adalah sains atau Ilmu tentang alam dalam naknayang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak atau hidu materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para Fisikawan atau ahli Fisika memmpelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopi yang membentuk segala materi, fisika partikel hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.

Fisika di bagi menjadi Dua yaitu :
*      Fisika Klasik
Adalah Mekanika, listrik magnet, panas, bunyi, optika dan gelombang adalah perbatasan antara fisika klasik dan modern.
*      Fisika Modern
Adalah perkembangan Fisika mulai abad 20 yaitu penemuan teori relativitas dari Einstein.[4]
                                                                   
B.            Hubungan Filsafat dengan Fisika
Hubungan Filsafat dengan Fisika adalah seperti pasukan Marinir dengan pasukan Infanteri ketika hendak menguasai suatu daerah/pulau. Filsafat membuka pantai dan menyiapkan segala yang di perlukan untuk mendarat pasukan Infanteri. Begitu pasukan Infanteri mendarat, mereka akan menyusup masuk dan mengalahkan / menguasai wilayah hingga seluruh daerah /pulau dikuasai. Sedangkan mengalahkan dan menguasai adalah memahami seluruh isi dan dinamikannya.
Setelah pasukan Infanteri mendarat, maka tugas pasukan marinir selesai. Mereka pergi membuka lagi daerah/pulau yang lain.[5]  Daerah/Pulau : materi dan Energi . Pasukan Marinir : Filsafat. Pasukan Marinir : Fisika.
Dengan adanya Filsafat, pola pikir manusia menjadi lebih maju dalam mempelajari Alam. Tidak selamanya teori yang ada akan bersifat Mutlak, tetapi dapat berubah-ubah khususnya Ilmu Sains, sehingga Filsafat berperan penting dalam perubahan-perubahan tersebut sesuai dengan teori dan fakta-fakta yang ada.[6]

1.    Manfaat
a.       Manfaat mempelajari Filsafat dan Fisika :
ü  Filsafat Fisika itu dapat menolong para peneliti dan orang-orang yang peduli tentang Ilmu pengetahuan alam untuk membentuk pemikiran-pemikiran baru dalam bidang Fisika.
ü  Filsafat Fiska dapat menjadi Asas yang terbaik untuk penilaian terhadap perkembangan Fisika dalam arti yang menyeluruh.
ü  Filsafat Fisika dapat menolong dalam memberikan pendalaman pemikiran bagi faktor-faktor penetu dalam perkembangan Filsafat.[7]
C.           Sejarah Perkembangan Filsafat dan Fisika

1.    Sejarah Perkembangan Filsafat
Secara historis kelahiran dan perkembangan pemikiran Yunani Kuno (sistem berpikir) tidak dapat dilepaskan dari keberadaan kelahiran dan perkembangan filsafat, dalam hal ini adalah sejarah filsafat. Dalam tradisi sejarah filsafat mengenal 3 tradisi besar sejarah, yakni tradisi: (1) Sejarah Filsafat India (sekitar2000 SM - dewasa ini), (2) Sejarah Filsafat Cina (sekitar 600 SM - dewasa ini), dan (3) Sejarah Filsafat Barat (sekitar 600 SM - dewasa ini). Dari ketiga tradisi sejarah tersebut di atas, tradisi Sejarah Filsafat Barat adalah basis kelahiran dan perkembangan ilmu sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.
Titik-tolak dan orientasi sejarah filsafat baik yang diperlihatkan dalam tradisi Sejarah Filsafat India maupun Cina disatu pihak dan Sejarah Filsafat Barat dilain pihak, yakni semenjak periodesasi awal sudah memperlihatkan titik-tolak dan orientasi sejarah yang berbeda. Pada tradisi Sejarah Fisafat India dan Cina, lebih memperlihatkan perhatian-Nya yang besar pada masalah-masalah keagamaan, moral/etika dan cara-cara/kiat untuk mencapai keselamatan hidup manusia di dunia dan kelak keselamatan sesudah kematian.[8]
2.    Sejarah Perkembangan Fisika
Fisika adalah sains atau Ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari perilaku da sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (Fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Fisika sering disebut Ilmu yang paling mendasar.[9] Menurut Richtmeyer sejarah Ilmu fisika adalah ada 4 periode yaitu :
a.    Periode pertama
Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550 an. 2400000 SM-599-SM, dibidang astronomi sudah dihasilkan kalender mesin dengan 1 tahun, dan katalog bintang. Dalam teknologi sudah sudah ada peleburan berbagai logam, pembuatan Roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat, pengukuran koin/mata uang.
b.    Periode kedua
Dimulai dari tahun 1550 an sampai tahun 1800an. Periode kedua ini dikembangkan metode penelitian yang sistematis dengan GALILEO di kenal sebagi pencetus metode saintifik dalam penelitian. Diantaranya adalah menghasilkan teori baru pada gerak planet. Newton.. meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang masih sekarang masi dipakai yaitu : Gas, Vibrasi Transversal, termometer, cahaya, kelistrikan.
c.    Periode ketiga
Dimulai dari tahun 1800an – 1890an. Pada periode ini diformullasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal sebutan Fisika Klasik. Periode ini fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam mekanika, fisika panas, Listrik-maknet.
d.   Periode keEmpat
Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang ini. Fisika Modern yang di sedang di kembangkan saat ini tentang Atom, Inti, partikel sub Atomik, molekul, zat padat yang sangat besar parannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.[10]

Ø  Fisika Zaman PurbaKala
Sejak zaman Purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifata dari benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ketanah, mengapa material yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Sejarah fisika dimulai  dari tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudt bintang di angkasa. sejak itu Fisik terus berkembang sampai sekarang ini.[11]
Sejarah fisika telah di mulai pada tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitumg sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu Fisika berkembang sampai sekarang.[12]


BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang saling  berkaitan, baik secara subtansial maupun historis. Hal itu di karenakan bahwa Ilmu tidak lepas dari sebuah peranan dari Filsafat dan sebaliknya perkembangan Ilmiah yang memperkuat keberadaan dari Filsafat itu sendiri. Filsafat mengambil peran penting karena dalam Filsafat kita bisa menjumpai pandanga-pandangan tentang apa saja  Kompleksitas, mendiskusikan dan menguji kesahihan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang bisa di pertanggung jawabkan secara Ilmiah dan Intelektual. Dengan Filsafat pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola pikir yang tergantung pada Rasio.
Dengan Filsafat pula pola pikir yang selalu tergantung yang pada Ghaib di ubah menjadi pola pikir yang tergantung pada Rasio.
Fisika mempelajari gejala alam yang tidak atau hidu materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para Fisikawan atau ahli Fisika memmpelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopi yang membentuk segala materi, fisika partikel hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Semoga melaui materi ini kita lebih memahami lagi dan lebih mengerti lebih dalam lagi. Mari kita memperdalamnya lagi lebih mendetail.

B.     Kritik dan Saran
Dengan menguvapkan puji syukur kepada Allah yang maha kuasa, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan tugas ini, yang berjudul Filsafat Fisika. Pepenyusun menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih banjyak kekurangannyan, hal ini di karenakan keterbatasan waktu, pengetahuan, dan kemampuan yang di miliki penyusun, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya membangununtuk perbaikan di masa yang akan datang. pada kesempatan ini, penyusun mengucapakan terimakasih kepada teman-teman yanng telah meluangkan waktunya untuk membantu dan sekaligus memberikan motifasi dan langkah-langkah membuat makalah, sehingga bisa terselesaikan dengan baik, Pasti Tuhan membalas amal kebaikannya. Amin.
Dengnan segala pengharapan dan Doa semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca Umumnya.


[2]Darman laia, 
[3]Ading Nashrulloh, juli 2009
[4]Budiyono Asari
[5]Jujun S.S, Filsafat Ilmu, sebuah pengantar populer (jakarta: pustaka sinar harapan 1995), Hal 22-23
[6]Budiyono Asari
[7]Budiyono Asari
[8]Ading Nashrulloh, 27 juli 2009
[9]Widya Megareza 
[10]Richtmeyer
[11]Widya Megareza 
[12]Purnama Sang Penerang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar